Tukang Ojek Ditembak OTK di Intan Jaya, Dirawat di Timika

Bagikan Bagikan
Salah satu korban saat dirawat di Rumah Sakit di Timika (Foto:Istimewa)


SAPA (TIMIKA) – Dua orang yang berprofesi sebagai tukang ojek di Sugapa Kabupaten Intan Jaya yakni Laode Anas Munawir (33) dan Fathur Rahman (23) ditembak oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Aksi penembakan tersebut terjadi pada Senin (14/9/2020) tepatnya di daerah Wabogombugapa Distrik Sugapa, sekitar Pukul 11.00 WIT.

Dua korban penembakan tersebut langsung dievakuasi menggunakan Pesawat Rimbun Air DHC6-400/PK-OTJ dari Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya menuju Kabupaten Mimika untuk mendapatkan penindakan medis di mana Laode Anas Munawir kini dirawat di RSUD Mimika, sementara  Fathur Rahman dirawat di RSMM.

Fathur Rahman mengalami luka tembak di bawah pusar dan luka sayat di atas kening, sedangkan Laode Anas Munawir mengalami luka tembak di lengan sebelah kanan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal,SH dalam rilis yang diterima Salam Papua menjelaskan, saat ini aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran pelaku yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Pada tahun 2020 ini telah terjadi sebanyak 46 kasus kekerasan yang dilakukan oleh KKB. Dari data yang berhasil didapatkan dari 46 kasus kekerasan oleh KKB yang dilakukan sampai saat ini korban meninggal dunia sebanyak 9 orang yakni 5 warga sipil, 2 anggota TNI dan 2 anggota Polri,” ujarnya.

Untuk korban yang mengalami luka sebanyak 23 orang yakni 10 warga sipil, 7 anggota TNI dan 6 anggota Polri.

Di samping itu, peristiwa yang dialami oleh dua orang tersebut, mendapat perhatian dari Kerukunan Bima, dimana salah satu korban merupakan masyarakat suku Bima.

“Saya diberitahukan sama keluarga yang ada di Ilaga, bahwa ada masyarakat Bima yang kena insiden sehingga saya selaku ketua kerukunan Bima yang ada di Mimika langsung merespon. Setelah saya cek di RSUD ternyata korban masyarakat Bima ini dirujuk ke RSMM sore harinya,” jelas Ketua kerukunan Bima Timika, Muhammad Yani saat ditemui di RSMM, Selasa (15/9/2020).

Ia menjelaskan berdasarkan keterangan dari korban yang dirawat di RSMM tersebut bahwa dirinya sudah tinggal di Sugapa sekitar 5 tahun, dimana dulunya ia berprofesi sebagai pegawai Bank, namun seiring berjalannya waktu, ia memilih untuk keluar dari Bank tempatnya bekerja dan beralih menjadi tukang ojek.

“Itulah penyampaian yang saya terima, saya belum tahu secara jelas kronologisnya seperti apa, tapi di dalam perjalanan kejadian tersebut dialami oleh korban saat itu,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya turut prihatin atas insiden tersebut dan tetap mendampingi sejauhmana penanganan-penanganan yang dilakukan oleh pihak medis di RSMM.

“Tadi malam sekitar jam 9 dilakukan operasi bedah selama lima jam dan syukur korban sudah selesai operasi dan sekarang di ruangan ICU. Saya belum terlalu paham bagaimana kondisinya hanya saja saat saya kunjungi, korban bisa mendengar dan bisa menggerakan badan serta merespon pertanyaan meskipun kesakitan,” ujarnya.

Dirinya berharap agar semua keluarga besar Bima yang ada di Sugapa bisa tetap menjaga keamanan, dan jangan resah. Ia pun telah memberikan imbauan kepada masyarakat Bima yang ada di Mimika agar bisa sama-sama memberikan perhatian kepada yang dialami oleh masyarakat Bima tersebut meskipun korban merupakan warga yang tinggal di Intan Jaya.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah membantu memberikan donor darah untuk selamatkan korban dan juga pihak medis sudah mlakukan upaya-upaya penanganan demi menyelamatkan korban sehingga korban sudah ada di ICU. Semoga ke depan kondisinya lebih baik lagi,” katanya.

Ia berharap agar pihak terkait dari Kabupaten Intan Jaya bisa melihat warganya yang terkena musibah tersebut meskipun perawatannya dilakukan di Mimika. Menurutnya secara kemanusiaan bisa memberikan kepedulian kepada korban saat ini.

“Saya mewakili keluarga Bima yang ada di Mimika, meskipun dia (korban, Red) tinggalnya di Intan Jaya namun kami berharap semoga pihak TNI-Polri tetap melakukan upaya-upaya mengungkap siapa pelaku sebenarnya, dan kami serahkan semuanya kepada aparat TNI-Polri untuk melakukan penegakan hukum. Kami hanya bersuara semoga ke depan di Sugapa tidak ada lagi persoalan begini,” katanya.

Mengenai pembiayaan, Muhammad Yani mengatakan sementara ini masih ditanggung secara pribadi.

“Untuk sementara, tadi malam selaku ketua kerukunan Bima saya melakukan hal ini untuk menyelamatkan korban sehingga sayalah yang bertandatangan sebagai penanggung jawab di situ walaupun itu sudah dikomunikasikan dengan pihak keluarga, yang sementara ini adalah tanggung jawab pribadi,” tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar