Wania Jadi Zona Merah Covid-19 dan Malaria, Pemerintah Distrik Gencar Sosialisasi

Bagikan Bagikan
Pokja Distrik Wania saat melakukan sosialisasi ke luar masuk kampung (Foto: SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Hingga saat ini Distrik Wania Mimika tercatat sebagai zona merah penyebaran Covid-19 dan temuan kasus malaria terbanyak, sehingga pemerintah distrik terus gencar melakukan sosialisasi pencegahan dari lorong ke lorong di setiap kampung yang ada.

Kepala Distrik Wania, Richard Wakum menjelaskan bahwa sosialisasi keliling kampung ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan kelompok kerja (Pokja) Distrik Wania guna memberitahu secara langsung kepada masyarakat terkait upaya pencegahan dua penyakit tersebut. Sebab hingga Agustus lalu tercatat sebanyak 5000 lebih kasus malaria di Wania, sedangkan kasus positif Covid-19 berdasarkan data terakhir tanggal 13 September telah mencapai sebanyak 36 kasus yang tersebar di Kelurahan Wonosari Jaya, Inauga, Kamoro Jaya, Nawaripi dan Kadun Jaya.

“Pokja ini melibatkan perangkat distrik, Polsek Miru, Puskesmas Wania dan Koramil Kota guna menyampaikan ke masyarakat terkait malaria dan Covid-19, karena selain zona merah Covid, temuan kasus malaria  juga sangat banyak di Wania,” ungkap Richard usai melakukan sosialisasi, Senin (14/9/2020).

Dua penyakit tersebut tentunya bukan sesuatu yang ringan, tapi sangat melumpuhkan aktivitas masyarakat. Dengan demikian, diimbau agar masyarakat wajib menaati protokol kesehatan yang saat ini gencar diterapkan.

Dijelaskan bahwa sosialisasi ini akan dilakukan selama satu minggu ke depan mengingat pemerintah daerah menginginkan agar angka kasus malaria dan  Covid-19 ini bisa turun dan akhirnya hilang serta Distrik Wania kembali ke zona hijau dan bebas Covid-19.

“Hari ini kami sosialisasi di kampung Inauga, Kadun Jaya, Wonosari Jaya dan Moka Jaya. Kita tahu kalau dalam kondisi sakit maka semua aktivitas akan lumpuh semuanya. Jadi, kita berharap apa yang telah disosialisasikan itu benar-benar diikuti masyarakat, karena menekan kasus ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi yang paling utama adalah peran masyarakat itu sendiri. Bagaimana angka kasus bisa turun, kalau masyarakat tidak mau ikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Pantauan Salam Papua imbauan yang disampaikan petugas kesehatan Puskesmas Wania terkait pencegahan Covid-19 adalah harus mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, rutin mencuci tangan dan wajib menjaga jarak atau hindari kerumunan.

Sedangkan terkait malaria adalah masyarakat harus tahu bahwa penyakit malaria berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa serta menjadi penyakit penyerta Covid-19 dan menimbulkan Kematian.

Karena itu selama pandemi Covid-19, tiap ada gejala, masyarakat harus cepat memeriksa diri ke layanan kesehatan terdekat termasuk ke RSUD. Selain itu, masyarakat harus rajin melakukan kegiatan bersih lingkungan dengan menguras genangan air, mengubur sampah dan menutup tempat penampungan air. Ketika ke luar rumah di malam hari, harus mengoles lotion anti nyamuk dan selalu mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang. Jangan menggantung pakaian di dalam rumah, menutup jendela sebelum pukul 18.00 WIT, gunakan kelambu saat tidur pada malam hari. Jika didiagnosa malaria, maka harus minum obatnya hingga habis sesuai petunjuk petugas kesehatan dan budayakan untuk olahraga tiga kali seminggu selama 30 menit. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar