10 Truk Pengangkut Material Ditilang Polantas Timika dan Bayar Denda Rp 250 Ribu

Bagikan Bagikan
Iptu Devrizal (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Kasatlantas Mimika, Iptu Devrizal mengaku, sejak bulan Januari lalu hingga saat ini telah sebanyak 10 truk pengangkut material pasir dan batu yang ditilang lantaran melakukan pelanggaran.

Pelanggaran yang dilakukan oleh setiap truk adalah tidak mengenakan penutup bak sehingga banyak  material yang berjatuhan di sepanjang jalan yang dilalui dan menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). Atas pelanggaran itu, setiap truk pelanggar wajib membayar denda tilang sebesar Rp 250 ribu melalui Briva BRI. Hal itu dilakukan sesuai dengan Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Memang saat ini Polantas tidak ada lagi sosialisasi khusus untuk semua truk pengangkut material, tapi sebelumya sudah dilakukan. Untuk setiap truk pengangkut material seperti  pasir dan batu wajib menggunakan tutup bak. Kalau mereka melanggar terus, pasti kita tilang terus lalu wajib bayar denda,” ungkap Iptu Devrizal di salah satu hotel di Timika, Rabu (7/10/2020).

Di samping itu, Ia juga menyampaikan bahwa jumlah Lakalantas sebanyak 9 kasus khusus pengendara roda dua di bulan September yang mengalami luka ringan dan berat. Data Lakalantas ini telah terkoneksi langsung dengan data di IRSMS langsung ke Korlantas serta bersinergi langsung dengan Jasaraharja guna mengklaim dana santunan bagi setiap korban Lakalantas.

Penyebab utama dari kasus Lakalantas itu lantaran masih banyak pengendara yang mengendarai roda dua dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol serta tidak berhati-hati dan terlalu melebihi batas kecepatan maksimal di dalam wilayah kota. Warga yang mengalami Lakalantas ini lebih banyak yang merupakan anak-anak berusia remaja, berarti belum masuk kategori pengemudi lantaran belum memiliki SIM. Padahal SIM itu sendiri merupakan legitimasi bagi setiap pengendara.

“Sembilan Lakalantas ini semuanya pengendara motor dan tidak ada yang meninggal dunia, kecuali bulan Agustus lalu. Jumlah ini tergolong kurang jika dibandingkan di bulan Agustus lalu yaitu sebanyak 11 kasus. Itu rata-rata karena kelalaian dari pengendara itu sendiri,” katanya.

Untuk menekan angka tersebut, saat ini dan akan terus dilakukan adalah meningkatkan patroli di titik-titik yang rawan Lakalantas termasuk titik-titik rawan pelanggaran lalulintas, karena kecelakaan itu semuanya berawal dari pelanggaran.

Selain itu, setelah dilaunching bulan Februari lalu program Mimika Tertib Lalulintas (MTL) tetap diaktifkan. Dimana, petugas Satlantas dengan atribut khusus Om Polantas “OMPOLAN” tetap menjaga ke setiap pangkalan ojek dan rental taksi dengan jadwal dua kali sebulan sesuai dengan program sosialisasi bidang Lalulintas.

“OMPOLAN itu sebetulnya aktif secara terus menerus, tapi karena situasi covid-19 maka kita hanya lakukan dua kali sebulan dan itu khusus ke pangkalan-pangkalan saja,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Halo,
    Nama saya ANITA LANSAM (lansamanita@gmail.com) dari Tambun, Indonesia Saya mengucapkan terima kasih kepada ALLAH yang telah mengakhiri penderitaan saya melalui Avants Loans yang telah memberikan pinjaman kepada saya sejumlah Rp280.000.000,00. Bagi yang sedang mencari pinjaman harus sangat berhati-hati karena banyak sekali lender palsu dimana-mana, hanya sedikit yang asli. Saya mengatakan ini karena saya scammed hampir Rp40jt. Hanya PINJAMAN AVAN yang nyata dan tepercaya karena mereka mentransfer pinjaman saya ke rekening saya tanpa menghabiskan banyak waktu. Mereka yang mencari pinjaman online asli dan sah harus menghubungi AVANTS LOAN melalui
    Email: (avantloanson@gmail.com)
    Whatsapp: (+6281334785906)

    BalasHapus