15 Rumah di Mawokauw Jaya Mimika Masuk Dalam Data Bantuan Pemerintah

Bagikan Bagikan
Konsultan saat melakukan survei rumah warga di Mawokauw Jaya (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Sebanyak 15 KK rumah tidak layak huni di kampung Mawokauw Jaya Distrik Wania masuk dalam data pemerintah untuk dibangun rumah layak huni.

Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra mengatakan bahwa pendataan rumah warga tidak layak huni yang telah dilakukan tersebut  sesuai permintaan dari pemerintah Distrik mengingat adanya arahan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

“Kalau kita lihat yang tertera dalam surat yang masuk ke kantor itu, pembangunannya dilakukan di tahun anggaran 2020. Yang mendata itu adalah konsultan dari Dinas Perumahan dan kami hanya mendampingi saja,” ungkap Edyson saat dihubungi Salam Papua via telepon, Senin (19/10/2020).

Menurut dia, jika dilihat secara keseluruhan di Mawokauw Jaya, bukan hanya 15 unit saja, tetapi masih banyak warga yang belum memiliki rumah layak huni serta masih banyak yang satu unit rumah ditempati oleh lebih dari satu KK, sehingga butuh dibangun sendiri-sendiri. Namun, mengingat sebagai program pemerintah maka harus dilakukan pertahap dan harus merata ke kampung lainnya juga di Mimika.

"Bagaimanapun karena ini program pemerintah maka kita masih menunggu supaya bisa menjangkau semua. Kami juga belum mendapat kepastian waktu pembangunannya untuk 15 unit yang sudah didata, tapi yang jelas di tahun ini," ujarnya.

Mengetahui adanya pendataan ini, tentunya sangat diapresiasi oleh seluruh masyarakat, sehingga sangat diharapkan agar survei yang telah dilakukan bisa terealisasi secara keseluruhan untuk 15 KK yang didata. Sebab, kampung Maukau Jaya terletak dalam wilayah kota, sehingga perlu ditata dengan lebih baik termasuk bantuan pembangunan rumah bagi masyarakat yang masih tergolong tidak mampu, karena hal tersebut juga sangat mendukung keindahan kota.

"Masyarakat sangat senang setelah tahu adanya survei dari konsultan. Makanya diharapkan supaya bisa terealisasi," katanya.

Selain hal itu, Edyson juga mengungkapkan bahwa untuk program yang direncanakan melalui Musrenbang anggaran tahun 2020 di Mawokauw Jaya sebetulnya sangat banyak. Namun, semuanya terkendala dengan adanya pandemi covid-19, dimana hampir sebagian besar dana kampung dialihkan untuk penanganan covid-19.

"Sebagian dana kampung juga dialihkan untuk penanganan covid-19 seperi BLT dan yang lainnya termasuk bantuan masker, disinfektan serta penyemprotan," ungkapnya.

BLT  sudah disalurkan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 40 tahun 2020 sebesar Rp 600 ribu per-KK dan disalurkan pertiga bulan. Juga telah selesai dilaksanakan penyaluran BLT yang sesuai peraturan Menteri Keuangan nomor 50 tahun 2020 tentang penyaluran BLT sebesar Rp 300 ribu perbulan. Keseluruhan dana BLT yang telah disalurkan ke masyarakat sebesar Rp 394.200.000.00` untuk 6 bulan bagi 146 KK.

"Intinya BLT yang Rp 600 ribu itu sudah disalurkan untuk bulan pertama, kedua dan ketiga. Sedangkan untuk bulan keempat, kelima dan keenam itu yang Rp 300 ribu," ujarnya. (Acik)


Redaksi memohon maaf, judul dan isi berita ini ada sedikit revisi. Yang sebelumnya disebut "Maukau" seharusnya "Mawokauw"; yang sebelumnya disebut Permendagri no. 40 tahun 2020, seharusnya Peraturan Menteri Keuangan nomor 40 tahun 2020.

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar