5 Komoditi Mimika Sudah Tembus Mancanegara

Bagikan Bagikan
Lima Komoditi di Kabupaten Mimika (Dok:SAPA)


SAPA (TIMIKA) - Kabupaten Mimika memiliki banyak komoditi tumbuhan yang berpotensi besar untuk dapat diekspor ke luar daerah bahkan mancanegara.

Berdasarkan data Karantina, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Timika, Tasrif, pada Rabu (30/9/2020) mengatakan ada 5 jenis komoditi tumbuhan di Timika yang berpotensi ekspor hingga mancanegara seperti kopi, kakao, kelapa dalam, buah pinang dan sagu.

"Ada juga komoditi kehutanan yang berpotensi ekspor seperti gaharu, jenetri dan buah merah," ungkap Tasrif ketika ditemui di ruang kerjanya.

Beberapa komoditi ekspor itu ada pada 9 kampung di Timika. Yang menjadi pertanyaan apakah masyarakat atau para petani dapat melihat ini sebagai peluang atau tidak? Karantina hanya mendorong komoditi petani atau  masyarakat untuk mengembangkan komoditi ini dan menggali komiditi lainnya untuk dapat diekspor keluar, sedangkan instansi teknis terkait yang berkoordinasi dalam menyediakan pasar.

“Kami berharap ada keinginan dari para petani dan pemuda untuk memulai mencoba. Pemuda Papua sebagai generasi muda bisa membaca peluang ini untuk mulai mengekspor komoditi unggulan ke luar daerah bahkan Negara,” tuturnya.

Ia berharap ini dapat didukung penuh oleh dinas terkait selain dinas pertanian, karena pada intinya karantina hanya menyediakan apa yang menjadi persyaratan ketika komoditi tersebut siap diekspor, dan memastikan komoditi tersebut bebas dari hama penyakit, karena  Negara tujuan ekspor juga mempersyaratkan hal tersebut dimana dalam rangka mencegah masuknya hama atau penyakit dari ekspor asal. Ia menyebut banyak komoditi dan produk lain yang berasal dari Indonesia ditolak di Negara lain karena tidak memenuhi persyaratan karantina.

Tasrif, mengimbau kepada masyarakat atau penyedia jasa yang melalulintaskan komoditi hewan maupun tumbuhan dapat melaporkan terlebih dulu kepada petugas karantina, sehingga Timika bebas dari hama atau penyakit yang datang dari luar ataupun sebaliknya dari Timika ke daerah lain,  yang nantinya akan mengganggu tumbuhan dan hewan di Timika.

Selama pandemic, mantan Wartawan tersebut mengatakan karantina tetap melakukan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi), memastikan kebutuhan pangan yang masuk ke Timika maupun yang keluar Timika. Pada konsepnya, kata Dia, karantina tetap memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa ekspor maupun impor.

Selain mengawasi dan memastikan kebutuhan pangan keluar-masuk Timika, karantina tetap melakukan pengawasan terhadap tumbuhan dan hewan langka yang dimiliki oleh Timika untuk tidak dibawa keluar daerah.

“Beberapa jenis burung yang dlindungi hingga saat ini masih dibawa keluar oleh oknum- oknum, dimana pada tahun sebelumnya karantina bersama BKSDA pernah menerima pengembalian dari hasil sitaan terhadap oknum yang akan membawa keluar burung dari Timika, yang siap diekspor ke negara lain, dan itu berhasil diamankan oleh karantina di Medan,” tuturnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar