Akibat Salah Paham, Satu Orang Jadi Korban Penganiayaan di Timika

Bagikan Bagikan
Suasana saat Kapolres Mimika hadir di TKP dan memberikan imbauan kepada warga sekitar agar menjaga keamanan (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Akibat terjadi kesalahpahaman, satu orang berinisial DD dilarikan ke UGD RSUD Mimika karena menjadi korban penganiayaan oleh tiga orang oknum warga di Jalan Yos Sudarso, Belakang SMAN 1, Rabu (21/10/2020).

Kejadian bermula dimana saat itu ada kedukaan di sebuah rumah. Kemudian ada tiga orang yang merupakan pelaku pengeroyokan usai pulang dari tempat pemakaman menaiki motor dan berbonceng tiga melewati lorong.

Saat itu, korban (DD) menegur tiga orang tersebut yang menurut pelaku dinilai teguran yang kasar sehingga para pelaku tidak terima dan terjadi aksi saling pukul antara tiga orang pelaku melawan satu orang korban.

"Ini ada sedikit kesalahpahaman yang terjadi. Ada korban penganiayaan yang dilakukan oleh tiga orang tapi sudah bisa kita atasi. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit, pelaku pun sudah kita amankan. Nanti ini bisa diselesaikan dengan baik karena mereka juga masih saudara," kata Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, S.Sos di TKP, Rabu (21/10/2020).

Dijelaskan permasalahan tersebut hanya sebuah kesalahpahaman sehingga terjadi benturan fisik yang akhirnya ini meluas tidak diterima oleh keluarga korban.

"Saat ini korban hanya satu, tidak ada korban lainnya, hanya saja ada rumah korban yang sedikit mengalami kerusakan," ujarnya.

Ia pun mengatakan dalam masalah tersebut memang ditemukan senjata tajam, hanya saja korban mengalami luka bukan karena ada penusukan.

"Anggota kami langsung bawa ke UGD, korban alami luka memar dan tidak kritis. Yang saya dapat informasi di awal korban kena benturan barang tumpul, bisa tangan, kayu juga bisa yang lain nanti kita cek visumnya," jelasnya.

Dalam situasi tersebut, kepolisian langsung lakukan respon cepat bahkan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata juga langsung turun ke lapangan untuk mengumpulkan para tokoh masyarakat agar masalah tidak meluas dan bisa ada kesepakatan untuk berdamai.

"Kita mengimbau masalah ini jangan diperpanjang dan serahkan ke kepolisian baik itu pelaku maupun korban kami akan selesaikan. Kalau mau jalur hukum kita akan tempuh sesuai dengan hukum yang berlaku," tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar