Bupati Omaleng Minta Semua OPD dan Stakeholder "Keroyok" Stunting di Mimika

Bagikan Bagikan
Foto Bersama Bupati Mimika, Eltinus Omaleng,SE,MH dengan Pimpinan Forkopimda Kabupaten Mimika (Foto:SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika, Eltinus Omaleng,SE,MH meminta kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika serta semua stakeholder bersinergi untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Mimika.

Bupati Omaleng yang hadir dalam kegiatan Strategi Konvergensi Penanggulangan dan Pencegahan Stunting Kabupaten Mimika pada Selasa (20/10/2020) meminta agar semua stakeholder terlibat dalam menurun angka stunting di Mimika, karena menurutnya, untuk menurunkan itu bukan saja tugas dari Dinas Kesehatan.

"Tokoh masyarakat, tokoh adat dan juga tokoh agama harus terlibat," ujar Omaleng.

Ia juga meminta keterlibatan pihak TNI dan Polri dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting melalui tupoksinya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Reynold Ubra menuturkan stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, kurangnya akses air bersih, sanitasi, tidak terjaganya kestabilan pangan, pendidikan orang tua, pendidikan masyarakat, dan perlindungan sosial, oleh karenanya masalah stunting di Mimika harus dikeroyok oleh oleh semua OPD melalui tupoksi.

Mimika merupakan satu dari 3 Kabupaten di Provinsi Papua yang ditunjuk sebagai penanganan stunting, yang mana hasil dari itu semua akan dilaporkan kepada Bappenas.

"Ada dua kampung menjadi lokus pencegahan stunting di Mimika, yakni Manasari Distrik Mimika Timur Jauh dengan angka stunting 24 persen, dan Mawokauw Distrik Wania dengan angka stunting mencapai 35 persen dan merupakan kasus stunting tertinggi di Mimika. Angka ini melebihi angka stunting secara nasional yang hanya pada angka 30- 31 persen, dan komitmen  pemerintah, stunting harus diturunkan ke 14 persen pada tahun 2024," ujar Reynold. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar