Dalam Kondisi Hancur, Asrama Putra SMAN 5 Sentra Pendidikan Mimika Masih Tetap Digunakan

Bagikan Bagikan
Bagian dalam asrama siswa Putra SMAN 5 Sentra Pendidikan Mimikayang berantakan dengan kondisi plafon yang rusak (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Dua kopel bangunan asrama khusus siswa putra SMAN 5 di Sentra Pendidikan hingga saat ini dalam kondisi hancur, sehingga tidak layak dihuni.

Kepala Sekolah SMAN 5 sekaligus Kepala Asrama, Yohanes Napan mengaku bahwa kondisi tersebut telah terjadi sejak lama dan dilaporkan ke Dinas, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan untuk memperbaikinya. Untuk bangunan yang telah rusak hampir keseluruhan mulai dari dinding, lantai, plafon, jendela, pintu dan yang lainnya. Demikian juga dengan fasilitas lainnya seperti kamar mandi dan WC.

“Persoalan ini sudah kita laporkan sejak beberapa tahun yang lalu secara berulang-ulang. Setelah laporan kami diterima, selanjutnya hanya datang foto saja, tapi tidak ada aksi perbaikannya sampai sekarang ini,” tuturnya, Jumat (2/10/2020).

Tampak luar asrama siswa Putra SMAN 5 Sentra Pendidikan Mimika

Dijelaskan bahwa sejak jaman Ausilus You dan Lenius Leisubun menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, biasa ada kontraktor yang memperbaiki seluruh fasilitas seperti perbaikan pipa air, instalasi listrik dan yang lainnya, akan tetapi untuk selanjutnya hingga saat ini tidak pernah dilakukan.

“Saya masuk di sini sejak tahun 2012, tapi memang kondisinya sudah prihatin,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti ini, setiap anak diarahkan untuk tetap sekolah dengan tujuan menggapai cita-cita menjadi anak yang cerdas dan berguna. Dengan demikian, hingga saat ini anak-anak pun masih bertahan tinggal dalam bangunan tersebut.

Hingga saat ini anak-anak belum masuk asrama lantaran belum ada kepastian dari Dinas, akan tetapi dipastikan bahwa sebelum masuk asrama, setiap anak wajib mengikuti rapid test. Sedangkan untuk guru tetap melaksanakan aktivitasnya seperti biasa setiap harinya.

Selama pandemi covid-19 proses belajar mengajar dibagi menjadi dua bagian yaitu online dan offline. Proses belajar mengajar offline itu dilaksanakan setiap hari Senin dan Selasa bagi siswa kelas X, Rabu dan Kamis untuk kelas XI, sedangkan hari Jumat dan Sabtu untuk kelas XII. Untuk proses online, setiap tugas dihantar langsung ke rumah siswa dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Tapi karena banyak anak yang tidak punya HP yang bisa akses internet maka hanya 40 % saja yang ikuti pola online dan 60 % yang offline. Sampai saat ini kami belum ada bantuan kuota dari Kementerian,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik co sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik co paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus