Distrik Wania dan Miru Jadi Lokus Eliminasi Malaria di Mimika

Bagikan Bagikan

Pertemuan Publik Private Mix (PPM) untuk layanan Malaria di Kabupaten Mimika. (Foto-Istimewa) 

SAPA (TIMIKA)
- Agar eliminasi malaria di Kabupaten Mimika turun hingga 1 persen pada tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) menyatukan persepsi dengan fasilitas kesehatan swasta (Klinik) yang ada di Wilayah Distrik Wania dan  Mimika Baru (Miru) yang merupakan lokus eliminasi malaria. 

Kepala Seksie  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Obet  Tekege,  menjelaskan Distrik Wania dan Miru  menjadi lokus eliminasi malaria di Kabupaten Mimika, karena dari 100 persen kasus malaria di Mimika, 90-95 persen kasus berada di wilayah Wania dan Miru. 

"Agar target kita untuk mengeliminasi kasus malaria hingga 1 persen pada tahun 2026 mendatang, Dinkes tidak bisa bekerja sendiri, harus ada kerjasama dengan pihak lain termasuk fasilitas kesehatan swasta yang ada di Timika, dengan mulai memperbaiki layanan terhadap malaria," ungkapnya seusai Pertemuan Publik Private Mix (PPM) untuk layanan malaria di Mimika,  Sabtu (24/10/2020). 

"Selain terhadap layanan, kita juga mau melihat bagaimana tenaga kesehatan yang ada di Klinik sudah berkompoten atau tidak, sehingga Dinas Kesehatan akan bekerja sama dengan YPMAK melakukan job training atau pelatihan terhadap tenaga kesehatan yang ada di fasilitas kesehatan swasta untuk menangani malaria," tuturnya. 

Job training  tersebut untuk melatih tenaga yang ada di klinik, dengan cara mendaftarkan nama- nama melalui Puskesmas, selanjutnya disampaikan kepada Dinas untuk kemudian melakukan pelatihan. 

Dengan pelatihan itu, tenaga kesehatan pada fasilitas kesehatan swasta dapat melaporkan kasus malaria secara rutin kepada Puskesmas, agar segera ditindaklanjuti dengan penanganan. 

Mengingat, ditengah pandemi covid-19, pada pelayanan kesehatan akan dilakukan zonasi untuk memetakan mana ruang bagi orang dengan gejala malaria serta sakit lainnya, dan mana ruang bagi orang dengan gejala covid. Ini kata Obet akan juga berlaku bagi fasilitas kesehatan swasta. 

"Terhadap eliminasi malaria ini kita juga akan mengajak seluruh tokoh agama, tokoh perempuan,  tokoh pemuda dan semua pemangku kepentingan di Mimika untuk terlibat aktif dalam mengeliminasi malaria," ujarnya.  (Jefri Manehat)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar