Indonesia Kecam Aksi Teror di Nice Akibatkan Tiga Orang Tewas

Bagikan Bagikan

Tentara Perancis berpatroli di dekat Menara Eiffel. (Foto-Dok-Antara)

SAPA (JAKARTA)
- Indonesia mengecam aksi teror di Kota Nice, Prancis, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa orang luka-luka.

“Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban,” demikian keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI, Jumat. Menyusul aksi kekerasan tersebut, KBRI Paris dan KJRI Marseille segera berkoordinasi dengan aparat setempat serta simpul-simpul WNI termasuk Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) untuk memastikan kondisi para WNI.

“Hingga saat ini, tidak terdapat informasi adanya korban WNI dalam serangan tersebut,” ujar Kemlu.

Tercatat terdapat total 4.023 WNI yang menetap di Prancis, dan 25 orang di antaranya tinggal di Nice dan sekitarnya.

Pemerintah Prancis telah meningkatkan status peringatan keamanan tertinggi setelah adanya aksi teror yang menyebabkan seorang warga di Nice meninggal, pada Kamis (29/10).

Reuters melaporkan seorang perempuan tewas terpenggal dan dua orang lainnya meninggal dunia setelah diserang oleh tersangka seorang pelaku teror di gereja di Nice.

Beberapa jam setelah serangan teror di Nice, polisi menembak mati seorang pria yang diduga mengancam pejalan kaki dengan pistol di Montfavet, di dekat Kota Avignon, Prancis.

Menurut stasiun radio Europe 1, dua pelaku menyerukan: "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar, red) saat melakukan aksi teror.

Dalam kesempatan terpisah, sejumlah media memberitakan seorang pria berkebangsaan Arab Saudi telah ditangkap oleh aparat di Kota Jeddah, Arab Saudi, setelah ia menyerang dan menyebabkan seorang penjaga di Kantor Konsulat Prancis, terluka.

Pascainsiden pemenggalan, Wali Kota Nice, Christian Estrosi lewat unggahannya di Twitter mengatakan serangan itu merupakan aksi teror yang pernah terjadi di Gereja Notre Dame dan sama dengan serangan yang menyebabkan Samuel Paty, seorang guru asal Prancis, tewas pada bulan ini.

Satu orang ditahan diduga berkaitan dengan penyerang Nice

Seorang pria berusia 47 tahun ditahan karena dicurigai telah melakukan kontak dengan pelaku serangan pisau maut pada Kamis (29/10) di Nice, Prancis, kata sumber pengadilan.

Sumber itu mengatakan bahwa pria 47 tahun itu, yang diduga telah melakukan kontak dengan penyerang, telah ditahan pada Kamis malam. Sumber tersebut membenarkan laporan sebelumnya di BFM TV.

Kepala jaksa anti teroris Prancis, Jean-Francois Ricard, mengatakan pria yang diduga melakukan serangan itu adalah seorang warga Tunisia.

Warga Tunisia itu disebutkan lahir tahun 1999 dan tiba di Eropa pada 20 September di Lampedusa.

Lampedusa adalah pulau Italia di lepas Tunisia yang merupakan titik pendaratan utama bagi para migran dari Afrika.

Sumber keamanan Tunisia dan sumber polisi Prancis mengungkapkan nama tersangka penyerang sebagai Brahim Aouissaoui.

Ricard mengatakan tersangka penyerang memasuki kota dengan kereta api pada Kamis pagi. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar