Kadinkes Mimika Bantah Rapid Test Kosong

Bagikan Bagikan

Reynold Ubra. (Foto-SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA)
-  Kepala Dinas Kesehatan (Dinskes) Kabupaten Mimika Reynold Ubra mengungkapkan  stok atau ketersediaan alat rapid test di Mimika masih tersedia banyak.

Reynold yang ditemui awak media di salah satu hotel di Timika pada Kamis (22/10/2020) mengatakan stok alat rapit test di Mimika masih tersedia sebanyak 5.000, bahkan dalam waktu dekat  akan ada lagi penambahan rapid test sebanyak 5.000 lagi.

Dinas kesehatan kata dia, memiliki 2 macam alat rapid test yakni  rapid test anti bodi untuk pelaku perjalanan dan rapid test anti gen untuk kontak erat dengan kasus. Rapid test anti bodi pemeriksaan melalui  darah sedangkan rapid test anti gen pemeriksaan melalui usap tenggorokan. 

Kadinskes itu kembali menegaskan bahwa pemeriksaan rapid test hanya boleh dilakukan oleh pihak puskesmas sebagaimana telah diatur dalam peraturan Bupati (Perbup) Mimika nomor 14 tahun 2020, tentang tarif pelayanan kesehatan pemeriksaan rapid test covid-19 pada puskesmas di Kabupaten Mimika, sehingga ketika menemukan orang dengan gejala atau reaktif, puskesmas bisa menentukan langkah selanjutnya seperti apa.

“Pelayanan kesehatan swasta (Klinik dan Apotik) dilarang untuk melakukan pemeriksaan rapid test terhadap siapapun. dari awal ditetapkan peraturan Bupati nomor nomor 14 tahun 2020 sudah jelas bahwa untuk pemeriksaan rapid test hanya pada fasilitas kesehatan milik pemerintah, itu artinya tidak diizinkan, lantas mengapa klinik dan apotik harus mengadakan hal tersebut,” tutur Reynold.

Pria yang akrab disapa Rey itu mengatakan, bahwa selama ini fasilitas kesehatan swasta yang melakukan pemeriksaan rapid test, hanya sebatas pemeriksaan dan selanjutnya tidak ada tindaklanjut, seterusnya dialihkan kepada puskesmas.

“Untuk memutus rantai penularan, ketika ditemukan reaktif dan dibiarkan untuk melakukan isolasi mandiri dan tanpa pengawasan, itu sama dengan membiarkan rantai penularan tersebut meningkat. Namun  ketika dideteksi harus ditindaklanjuti bukan dibiarkan begitu saja, pasien punya hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tutur Reynold.

Merujuk pada program nasional, semua fasilitas kesehatan itu harus konsisten, sekali mendapat, diselesaikan sampai tuntas, bukannya dibiarkan. Semua fasilitas kesehatan swasta wajib menyiapkan skenario pelayanan, bukan semata itu menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah.

Rey mengatakan, “Jika anda yang memulai, anda juga yang harus mengakhiri.“ Kalau dapat kasus jangan biarkan begitu saja, tetapi diselesaikan. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus