Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih Tiba di Timika Cek Satuan Tugas

Bagikan Bagikan
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih  Mayjen TNI Herman Asaribab (Foto :SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih  Mayjen TNI Herman Asaribab, Sabtu (10/10/2020) sekitar pukul 14.00 WIT tiba di Timika untuk membahas berbagai agenda.

"Saya bersama dengan Pangdam datang hari ini untuk beberapa agenda yang harus kami jalankan. Kami kan masih dipercayakan sebagai pengendali dan wakil pengendali pada operasi penegakan hukum di Papua," kata Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw kepada awak media, Sabtu (10/10/2020).

Ia mengatakan dirinya sebagai pengendali dan Pangdam sebagai wakil pengendali sesuai dengan surat perintah dari Kapolri.

"Ini sesuai dengan surat perintah untuk saya dan Pangdam berdasarkan hasil keputusan Menkopolhukam," kata Kapolda Papua.

Untuk itu, pihaknya rutin untuk melakukan evaluasi dan pengecekan terhadap situasi dan satuan tugas yang ditempatkan di Mimika.

"Kami akan evaluasi kembali, mengecek keberadaan satuan tugas kita yang ada di sini, juga nanti di tempat-tempat lain seperti di tembagapura, intan jaya dan lain sebagainya," tuturnya.

Di sisi lain, Kapolda Papua juga mengatakan KKB sedang menyiapkan logistik.

"Menurut intelijen kami bahwa mereka itu setiap bulan oktober 2019 kan sudah bergeser dari wilayah Timur, batas wilayah Timur Intan Jaya itu adalah Puncak, Puncak Ilaga itukan sudah dari sini ada juga yang dari Puncak Jaya, ada juga dari Tolikara, juga dari seputaran Lanny Jaya dan sebagainya. Itu mereka bergabung, memasuki wilayah yang rencananya mereka akan menyiapkan logistik," jelas Kapolda kepada wartawan.

Ia menjelaskan logistik dalam arti bahan makan KKB ketika nanti mereka akan bertempur di Wilayah Timika.

"Mereka jadikan lahan sebagai medan perang, baik di low land maupun di high land di Tembagapura. Yang kedua logistik dalam arti mereka mencari-cari terus amunisi dan juga amunisi yang bisa dirampas dari anggota kita. Makanya mereka (KKB, Red) perang dibatas Koramil persiapan Hitadipa Intan Jaya, itu kepentingannya hanya untuk mengambil senpi dan amunisi," sambungnya.

Ia mengatakan untuk situasi di Intan Jaya, kelompok KKB ada di sana dan mereka tetap melakukan upaya kekerasan kekerasan masif dimana terakhir adalah penembakan terhadap TGPF.

"Kita bisa mengerti dalam arti seluruh khalayak bahkan juga otomatis tim sendiri yang mengalami dan merasakan itu, pergi ya aman, kembalinya terhadang," katanya.

Dia membantah adanya pihak-pihak yang menganggap bahwa peristiwa yang terjadi di Intan Jaya itu adalah rekayasa.

"Ini nyata, nyawa itu dan mereka (KKB) memang bersenjata. Dan mereka melakukan kekerasan itu memang masif," ujar.

Oleh karenanya, tegas dia, hal tersebut juga menjadi bahan evaluasi Kapolda bersama Pangdam untuk atasi ini situasi, dengan satuan tugas baik Nemangkawi maupun satuan tugas pendukung lainnya yang ada di semua daerah di Papua.

"Saya berharap ini kan sudah terang benderang, tidak ada rahasia sebenarnya harapan saya bapak Bupati dan jajaran disana (Intan Jaya, Red), pemerintah yang punya rakyat ajak bicara baik dengan mereka lewat tokoh-tokoh yang berpengaruh, bukan kami. Kalau kami berarti dua pilihan, ini kan melakukan penegakan hukum, mereka memiliki senjata api, kami yang punya hak memainkan senjata api itu sebagai alat penegakan hukum," tegasnya.

Menurutnya, kalau pendekatan keamanan hanya tanggung jawab pihak kemanan terus maka susah. 

"Nanti orang terus menyalahkan kita seakan-akan melanggar HAM, melanggar HAM, HAM dimana ? KKB ini yang jauh lebih parah. Tukang ojek, pedagang, kemudian petugas Covid dibantai pula itu. Juga anggota kita, yang terakhir menimpa pendeta, hasil investigasi intelijen kami, sudah 23 kejadian yang dilakukan oleh KKB" ujarnya.

Dia berharap, mudah-mudahan dengan situasi kejahatan KKB yang sudah mulai terkuak pihaknya akan mendapat dukungan-dukungan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang baik.

"Baik dilakukan penegakan hukum maupun nanti dengan upaya upaya pendekatan yang nanti dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.

Dia pun mengaku saat ini kekuatan dari TNI-Polri sebenarnya cukup untuk dinaikan ke lokasi Intan Jaya, hanya saja masih terkendala dengan sarana prasarana.

"Tapi kita ketahui di sana belum ada sarana yang mencukupi untuk tempat tinggal dan sebagainya. Itu juga bagian yang sedang kita pikirkan, kita mencoba sinergikan dengan Bupati di sana, ketua DPRD untuk sekiranya mereka punya ruang-ruang untuk dimanfaatkan diberikan kepada kami supaya kita bisa pertebal pasukan di satuan tugas di Intan Jaya," tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar