Kejati Papua Limpahkan Kasus Video Mesum Ke Kejari Mimika

Bagikan Bagikan

AZHB alias Ida saat tiba di Kantor Kejaksaan Timika. (Foto-SAPA/Kristi)

SAPA (TIMIKA)
- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua kini telah melimpahkan kasus Video Mesum yang beredar di Mimika hingga viral pada Selasa (11/8/2020) lalu yang mempertontonkan adegan mesum seorang wanita yakni AZHB dengan seorang pria berinisial MM.

Berkas yang dilimpahkan adalah laporan LP/550/VIII/2020/Papua terkait tersangka AZHB alias Ida (23).

"Jadi ini proses sudah P21 dalam kasus pornografi, untuk saat ini locus delictinya ( tempat dimana seseorang melakukan suatu tindak pidana) di Timika makanya penyerahan tahap ke dua di Kejari Mimika," jelas Abdurahman selaku Kepala Seksi Penuntutan (Kasi Tut) Kejati Papua atau dalam kasus ini sebagai Jaksa P - 16 peneliti berkas perkara kepada awak media di Kantor Kejari Mimika, Jumat (23/10/2020).

Ia mengatakan untuk saat ini yang dilimpahkan baru satu tersangka sementara lima lainnya dalam laporan LP/225/IX/2020/Papua terkait ITE masih dalam tahap penyelidikan namun untuk SPDPnya, pihak Kejati susah menerima penetapan tersangkanya.

Dijelaskan untuk Ida kemungkinan akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Timika. Abdurahman mengatakan tidak ada salahnya kalau ada tim dari Kejati yang duduk dalam jaksa penuntut umum di pengadilan.

Abdurahman juga menjelaskan mekanisme dalam penanganan kasus yaitu penyerahan berkas tahap pertama, setelah itu pihak Kejati bentuk tim P -16 untuk teliti berkas perkara dari penyidik.

"Dalam masa waktu pemeriksaan berkas dan sudah dianggap lengkap maka kami terbitkan yang namanya P21. Setelah itu minta waktu untuk penyusunan semua administrasi baru kita lanjutkan ke tahap 2," jelasnya. 

Hingga saat ini kata Abdurahman semua proses masih berjalan dengan lancar dan belum ada hambatan.

"Karena kita tau penyidik juga profesional dalam melakukan penyidikan satu kasus. Kita bangga cyber bisa mengangkat satu kasus yang bisa dilihat publik bahwa hal hal sepele bisa dianggap besar jadinya. Sehingga ada efek pembelajaran, jangan kita seenaknya," katanya.

Terkait dengan kasus Ida tersebut kata Abdurahman, Ida ditetapkan tersangka karena dirinya yang merekam dan membuat video tersebut.

"Ya dia mengaku dia yang mengambil gambar. Kalau di lihat dari berkas perkara itu inisiatif sendiri. Karena kita hanya meneliti berkasnya. Dan barang bukti yang ada adalah Hp dan sim card," kata Abdurahman.

Dijelaskan didalam undang - undang pornografi, siapa yang membuat, memproduksi maka dia yang akan terkena hukuman.

Untuk Ida terancam hukuman enam tahun penjara. 

Habibie Anwar sebagai Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Mimika menjelaskan usai menerima berkas perkara dari Kejati, dalam beberapa minggu kedepan pihaknya akan limpahkan ke pengadilan dalam rangka penyusunan surat dakwahan.

"Untuk status penahanan, karena sudah di limpahkan ke sini kami akan lakukan penahanan selama 20 hari sesuai dengan ketentuan undang - undang. Sebelum 20 hari habis kami akan segera limpahkan ke pengadilan. Sekarang sesuai dengan peraturan dari Dirjen Hukum dan HAM untuk tahanan kejaksaan dititipkan di Polres. Nanti setelah itu baru dipindahkan ke Lapas," tuturnya. (Kristin)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus