Komisi B DPRD Kunjungi Pasar SP2 dan SP3, Pemda Mimika Diminta Tidak Lepas Tangan

Bagikan Bagikan
Komisi B DPRD Mimika saat Kunker ke Pasar SP2 (kiri) dan Pasar SP3 (kanan) (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Mama-mama Papua yang berjualan di pasar SP3,  Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana keluhkan bahwa jualan hasil kebunnya susah laku, karena lapak atau los khusus yang telah dibangun pemerintah daerah berada di belakang kios dan toko, sehingga sulit dijangkau pembeli.

“Tiap hari kami berada di sini, palingan hanya satu atau dua ikat saja sayur yang dibeli, karena jarang ada yang masuk ke sini. Kios dan toko di depan yang bikin penghalang. Apalagi mereka juga jual sayur, sehingga kami yang dalam los ini gigit jari,” ungkap seorang Mama kepada rombongan Komisi B yang melakukan kunjungan kerja, Kamis (29/10/2020).

Selain menerima keluhan  tersebut, Komisi B juga  melihat seluruh bangunan dan los di sekitar Pasar SP3 dan berbincang serta berdiskusi bersama sejumlah pedagang dan pengusaha. Selain dari hasil diskusi, Komisi B juga melihat langsung bahwa penataan pasar tersebut masih sangat semrawut.

“Pemerintah tidak boleh kalah dan harus mampu untuk membantu menata pasar SP3 saat ini. Ada keluhan dari mama-mama Papua yang los jualannya terhalang oleh bangunan, sehingga sulit laku. Kasihan mereka. Disperindag sebagai OPD teknis, harus berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Karang Senang atau pengelola Pasar SP3 untuk membongkar bangunan yang berdiri menghalangi los tempat jualan mama-mama Papua” ungkap Ketua Komisi B, Rizal Pata’dan,ST.

Dijelaskan bahwa dari hasil kunjungan kerja di Pasar SP 3 ini akan menjadi dasar dan informasi awal untuk dibahas di dalam pembahasan Badan Anggaran DPRD. Sebab, dengan melihat kondisi yang ada perlu ada pembenahan dan tentunya perlu didukung dengan anggaran.

Di hari yang sama, Komisi B DPRD Mimika juga mengunjungi pasar SP2. Di lokasi pasar, rombongan Komisi B menemukan dua bangunan yang mubazir yang dibangun menggunakan dana Dana Alokasi Khusus (DAK).

Rombongan Komisi B DPRD Mimika yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Rizal Pata’dan,ST itu langsung melihat secara dekat dua bangunan mewah yang diperuntukkan bagi pedagang mama-mama Papua dan beberapa los serta lapak.

Ketua Komisi B, Rizal Pata’dan mengaku, sangat menyayangkan dua bangunan mewah yang dibangun dengan anggaran yang cukup besar tersebut, karena dinilai sangat merugikan.

“Ini sangat tidak tepat sasaran, dibangun dengan menggunakan anggaran (DAK, Red) lalu tidak digunakan untuk berjualan. Hal ini tergolong pemborosan. Ini nantinya akan menjadi bahan diskusi dan perdebatan kita dengan OPD teknis dalam Rapat Dengar Pendapat. Kasihan bangunan terbengkalai, yang semestinya digunakan oleh mama-mama Papua untuk menjual hasil pertanian dan perkebunan malah (mereka) berjualan di atas trotoar dan di atas tanah,” ungkap Rizal  di Pasar SP 2, Kamis (29/10/2020).

Menurut dia, meskipun pasar SP2  merupakan pasar swadaya yang dikelola oleh pihak swasta, akan tetapi harusnya ada tanggungjawab dari OPD teknis untuk membantu menata dan mengatur para pedagang.

Anggota Komisi B lainnya, Mathius Uwe Yanenggga meminta agar pemerintah daerah melalui Disperindag untuk bisa menata dan menertibkan pedagang berikut los-los yang sudah dibangun untuk difungsikan sesuai peruntukkannya.

“Ini pemerintah lemah dan terkesan tidak berdaya untuk mengurus dan menata Pasar SP2 ini, walaupun ini pasar diklaim ada pemiliknya namun harusnya bisa dikoordinasikan sehingga pasar ini layak untuk dikunjungi oleh pembeli. Ini harus diupayakan supaya dikelola Disperindag agar ada pemasukan ke PAD Mimika,” ujar Matius.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Komisi B, Herman Gafur. Ia mendesak agar Disperindag bisa menata supaya tidak terkesan pemerintah lepas tangan karena ada pihak ketiga yang punya status kepemilikan.

“Pemerintah tidak boleh tinggal diam soal ini, sebab para pedagang juga di sini mereka ingin mencari nafkah. Harus jelas retribusinya disetor kepada pihak pengelola atau kepada pemerintah,” tegas Herman.

Pantauan Salam Papua, rombongan Komisi B DPRD Mimika yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Rizal Pata’dan,ST didampingi Wakil Ketua Komisi, Herman Gafur,SE, Sekretaris Drs Tanzil Azharie,SE dan anggota Komisi lainnya seperti, Louis Paerong,ST, Merry Pongutan, Anton Palli,SH, Mathius Uwe Yanengga, Ancelina Beanal, Nurman Karupukaro, dan Karel Gwijangge,S.IP. Juga diikuti oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, Ignatius Yoga Pribadi serta beberapa Staff Disperindag Mimika. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus