Mantan Kepala Puskesmas Wania Mimika Jadi Tersangka Penyalahgunaan Dana BOK

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Mantan Kepala Puskesmas Wania berinisial NA (39) ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan dana Bantuan Biaya Operasional Kesehatan (BOK).

Penetapan tersangka dilakukan setelah Polisi melakukan gelar perkara, pada Kamis (22/10/2020) lalu di Aula Nemangkawi, Pusat Pelayanan Polres Mimika.

"Untuk kasusnya kita tingkatkan dari saksi atau terlapor menjadi tersangka. Saat ini masih periksa ahli BPKP, dan untuk tersangkanya masih melengkapi Mindik," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto, Senin (26/10/2020).

Ia menjelaskan setelah dilakukan gelar perkara, sudah jelas dana negara tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, di samping itu tidak ada laporan pertanggungjawaban yang dibuat NA.

"Kerugian negara 449 sekian juta, dia sebagai penanggungjawab anggaran. Kita juga sudah periksa bendaharanya, bendahara kewajibannya ambil uang di bank dengan NA namun langsung diminta," kata Hermanto.

Ia mengungkapkan, kerugian negara tersebut telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Papua. Hasil dari audit tersebut, pihaknya sudah mendapatkan risalah atau ringkasan perhitungan, dan memang ada kerugian negara.

"Meskipun BPKP hanya menetapkan risalah. Kalau keterangan dari ahli auditor, risalah sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka. Karena angkanya tidak jauh dari hasil kesimpulan audit," ungkapnya.

Untuk diketahui, dana BOK yang dikelolah oleh Puskesmas Wania ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN), tahun anggaran 2019.

Korupsi yang dimaksud berkaitan dengan penyalahgunaan dana BOK yang bersumber dari APBN non fisik tahun anggaran 2019. Serta dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang diperuntukkan untuk BPJS Kesehatan. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar