MUI Memandang Aplikasi TikTok “Haram” Jika Digunakan Untuk Mencela

Bagikan Bagikan
(Foto:Ilustrasi)


SAPA (TIMIKA) – Kerap menampilkan tingkah, komentar dan postingan lainnya yang merujuk pada masalah Rasisme, MUI memandang bahwa aplikasi Tik Tok “Haram”.

Ketua MUI Mimika, Muhammad Amin Ar S.Ag mengatakan bahwa memang saat ini semua orang tidak  bisa menampik perkembangan jaman dan kemajuan teknologi di dunia maya ataupun dunia nyata termasuk dengan yang disajikan pada aplikasi Tik Tok. Namun sangat disayangkan ketika digunakan untuk saling menghujat, menjatuhkan, mangadu domba, serta memfitnah satu dengan yang lainnya.

“Jika satu aplikasi digunakan untuk mencela satu kelompok atau satu golongan yang mengandung Rasisme maka MUI memandang itu haram hukumnya. Artinya tidak boleh dilakukan, karena seharusnya Tik Tok itu dijadikan wadah untuk menyalurkan seni maka seharusnya digunakan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat yang sifatnya positif, membangun, yang punya kemaslahatan, menguji talenta atau naluri seni manusia,” kata Muhammad Amin saat dihubungi via telepon, Senin (5/10/2020).

Setiap orang tentunya berhak menyalurkan aspirasinya melalui aplikasi, akan tetapi harus bijak dan pintar agar tidak mengundang suatu masalah. Saat ini jari tangan kita yang menjadi penyebab yang berbahaya yaitu perkelahian, permusuhan antar pribadi, kelompok, golongan bahkan agama yang tentunya bisa menjadi kisruh.

“MUI Pusat hingga ke Daerah memandang Tik Tok bukan suatu aplikasi yang bagus. Dengan berbagai tingkah, adegan dan komentar yang ditampilkan setiap penggunaannya adalah haram. Untuk itu diharapkan agar menggunakan setiap aplikasi dengan baik,” jelasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar