Pamkoma B FC dan Putri Sally FC Boyong Piala Turnamen YGAB 2020

Bagikan Bagikan
Juara tim putra dan tim putri (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Tim putra sepak bola gawang mini Pamkoma B dan tim putri Sally FC raih juara dan boyong piala pada kejuaraan Turnamen Sepak Bola Gawang Mini yang digelar dalam rangka HUT Yayasan Generasi Amungme Bangkit (YGAB) ke VI tanggal 16 Oktober 2020.

Disaksikan ratusan penonton di lapangan samping Graha Eme Neme Yauware, pada babak final tim putra, Jumat (16/10/2020), tim Fadil FC  membuka keseruan pertandingan dengan persembahan 1 gol emas ke gawang mini Pamkoma B FC.

Pantauan Salam Papua, tendangan maut salah satu pemain andalan Fadli FC tersebut ternyata tidak mematahkan semangat tim Pamkoma B FC, sehingga  masih di babak pertama, dengan strategi yang apik, pemain Pamkoma B FC mulai menyicil kemenangan dan berhasil mencetak dua poin, hingga akhirnya pada babak kedua, kelihaian para penyerang tim Pomkoma B terus menggila dan hingga waktu berakhirpun Pomkoma B FC berhasil drop 3 poin dan menjadi 5-1. 

Atas kemenangannya Pomkoma B FC membawa pulang piala kejuaraan, piala bergilir dan uang pembinaan senilai Rp 30 juta.

Dengan demikian, penuh sportivitas, tim Fadli FC menerima kekalahan dan meraih juara II yang tentunya juga mendapatkan piala dan uang pembinaan senilai Rp 20 juta. Sedangkan Tim YGAB FC raih juara III dan membawa pulang piala serta uang pembinaan senilai Rp 15 juta.

Sebelumnya di tanggal 15 Oktober, di lapangan yang sama tim putri Sally FC berhasil tumbangkan pertahanan tim SSB Timika dengan skor 2-1.

Pertandingan kedua tim yang merupakan wanita-wanita muda berbakat ini juga sangat seru dan mengundang decak kagum para penonton. Pada babak awal, dua tim ini bermain sangat berimbang dengan sportivitas tinggi dan Putri Sally berhasil menjebol pertahanan SSB FC. Masih di babak awal, tim SSB Timika seolah tidak ingin dikalahkan dan gol balasan pun dipersembahkan, sehingga poin berimbang 1-1.

Di tengah guyuran hujan, di babak kedua, masing-masing penyerang saling beradu kelincahan dan kekuatan dalam menggiring sikulit bundar. Pada detik-detik terakhir penutupan babak kedua, tim putri Sally FC asuhan Natalia Kemong berhasil mengejutkan SBB Timika dan ribuan mata yang menyaksikannya dengan satu gol maut, sehingga kemenangan pun diraih yaitu 2-1.

Atas keberuntungannya meraih juara, Putri Sally berhasil memboyong piala dan uang pembinaan senilai Rp 15 juta. Tim SBB peraih juara II juga membawa piala dan uang pembinaan senilai Rp 12 juta, sedangkan tim Kuligai selaku juara III membawa piala dan uang pembinaan senilai Rp 8 juta.

Babak pertama Pamkoma B 2 poin dan Fadil FC 1 poin. Selanjutnya babak kedua Pamkoma kembali menyerang dan mencetak 3 gol 

Selanjutnya di tanggal 16 Oktober, tim putri Sally FC berhasil babat SSB Mimika 2-1.

Ketua YGAB, Menuel Jhon Magal dalam sambutannya menjelaskan bahwa pertandingan sepak bola gawang mini ini dilaksanakan untuk memeriahkan HUT YGAB yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, sehingga turnamen pun mempertandingkan 40 tim putra dan putri selama satu bulan.

Menurut Menuel, selain untuk merebut hadiah pada kejuaraanya, yang terpenting dalam turnamen ini adalah untuk menyatukan para pemuda di Mimika, baik dari suku Amungme, Kamoro, suku kekerabatan maupun suku lainnya se Indonesia yang ada di Mimika.

Dengan demikian, tema yang diusung adalah “Bersatu Dalam Perbedaan, Berbeda Dalam Persatuan”.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk sang juara, karena kemenangan ini membutuhkan samangat, motivasi, kekompakan, disiplin serta kerjasama Tim yang solid dan tentunya didukung oleh manajer dan official Tim yang senantiasa mendampingi Tim kesayangannya,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa selaku Ketua Yayasan yang menyelenggarakan turnamen ini sangat bangga lantaran semua tim memegang teguh tema yang diusung. Dalam tema tersebut menurut dia, turnamen menjadikan sepak bola gawang mini hanyalah sarana untuk menyatukan perbedaan.

“Memang dalam setiap turnamen itu tujuannya hanya satu yaitu meraih juara satu dan adalah menjadi impian setiap tim. Namun,  kesuksesan atau prestasi yang tertinggi adalah  warga Mimika menjadi  satu dan hidup rukun sebagai satu saudara,” ungkapnya.

Melalui turnamen ini, YGAB merasa berhasil menyatukan warga Mimika. Dimana, sejak dimulainya turnamen ini, setiap warga sebagai penonton dan setiap tim yang bertanding bisa saling bertegur sapa dan memberikan semangat tanpa memandang bulu dari mana asal kita, latar belakang suku termasuk agama.

“Ketika kita saling menyapa dan memberikan semangat terhadap sesama maka muncul rasa saling sayang dan menghormati. Di situ muncul rasa kekeluargaan dan persaudaraan,” tuturnya di hadapan puluhan tim yang rata-rata merupakan kaum muda.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa piala yang diperlukan dalam turnamen ini bukanlah sembarang piala, tetapi memiliki filosofi yang berbentuk honai, empat tangan sebagai simbol kekokohan dalam membina persatuan dan kesatuan persaudaraan di Mimika.

“Piala ini  terbuat dari tembaga dan memiliki filosofi yang sangat dalam. Ada honai sebagi tempat untuk kita bersatu. Dan ada empat tangan yang menjunjung bola dunia dan berarti bahwa kita tidak akan kuat jika hanya berjuang sendiri,” jelasnya.

Di tubuh piala juga terlukis burung Cendrawasih yang menjadi kebanggaan Papua, Taring sebagai simbol cita-cita yang kokoh dan sudah menjadi tekad serta pulau Papua sebagai kebanggaan Papua.

Piala dari bahan 10%  tembaga adalah sebagai produk unggulan kota kita tercinta adalah Mimika.

“Diharapkan melalui turnamen ini, mampu mengikat dan menyatukan perbedaan yang ada. Turnamen telah selesai, dan semua berjalan lancar dari awal  hingga akhir. Itu semua adalah kesuksesan kita bersama,” ujarnya.

Penutupan turnamen ini dihadiri Direktur YPMAK, Vebian Magal dan Anggota DPRD, Matius Use Yanengga. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar