Penumpang yang Mau Beli Tiket Pelni Harus Validasi Surat Rapid Tes di KKP Timika

Bagikan Bagikan
Kepala Pelni Timika, Dadang Rukmana (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Penumpang yang mau melakukan perjalanan menggunakan kapal laut harus melakukan validasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Biak yang beralamat di Nawaripi tepatnya samping Kantor Pengadilan Agama Timika.

"Awalnya usai rapid tes bisa langsung kami layani pembelian tiket nanti validasinya di pelabuhan. Namun dikarenakan cuaca dan belum ada terminal penumpang, akhirnya kita arahkan ke KKP supaya di validasi dulu," kata Kepala Pelni Timika, Dadang Rukmana kepada Salam Papua, Senin (26/10/2020).

Ia menjelaskan penumpang yang hendak bepergian ke luar Timika usai periksa rapid tes di fasilitas kesehatan yang ditentukan pemerintah, selanjutnya ke KKP untuk dilakukan validasi.

"Usai mendapatkan hasil validasi dari kantor KKP, lalu membawa hasil yang asli dan foto copy ke loket pelayanan tiket Pelni, baru kami layani pembelian tiket disertai dengan KTP," jelas Dadang.

Ia mengatakan selain syarat itu, jika pelabuhan tujuan penumpang mengharuskan adanya surat ijin keluar masuk, maka harus juga disertai saat hendak membeli tiket.

Daerah yang masih memberlakukan surat ijin keluar masuk di antaranya Dobo, Merauke, Fak-fak dan beberapa daerah tujuan lainnya.

"Rapid tes itu yang penting sudah divalidasi kami akan layani itu, kalau belum divalidasi sama KKP maka kami tidak bisa layani, karena nanti KKP di pelabuhan tujuan juga akan dicek apakah sudah divalidasi sehingga bisa sinkron," ujarnya.

Dijelaskan masa berlaku surat keterangan non reaktif dari hasil rapid test tersebut berlaku 14 hari.

"Pelabuhan tujuan yang paling lama itu di Jawa tepatnya Surabaya. Jika gunakan kapal Leuser sekitar delapan hari sampai sembilan hari, jadi masih bisa berlaku makanya kami untuk penjualan tiket, selalu perhatikan masa berlakunya rapid tes untuk pelabuhan yang terjauh," ujarnya.

Untuk saat ini, kata Dadang, pelayanan kapal saat ini masih low season atau belum ada lonjakan di mana penumpang biasanya sekitar 100 hingga 200 penumpang.

"Kalau November hingga Desember ini yang pasti ada lonjakan, karena libur. Namun kita masih berlakukan 70 persen penumpang sehingga sekitar 800 dari kapasitas 1000 penumpang dalam kapal. Biasanya kalau ada lonjakan, kemungkinan ada kebijakan penambahan dari kementerian perhubungan namun harus sesuai dengan protokol kesehatan," ungkapnya.

Hingga ini Dadang mengatakan penumpang yang turun di pelabuhan Poumako selalu ada pemeriksaan dari tim gugus yang dibantu oleh petugas KKP dan Puskesmas.

"Alhamdulillah keadaan masih normal karena semua proses dilalui dengan baik dan ketat," katanya.

Saat ini pelayanan tiket juga sudah berlangsung normal karena kapal sudah mulai beroperasi seperti kapal Leuser, Tatamailau, dan Cirimai.

"Untuk harga tiket tidak mengalami kenaikan masih dengan harga biasa," tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar