Penyusunan SPM Mimika Harus Ada Inovasi Baru dan Mengikuti Perubahan Zaman

Bagikan Bagikan
Seminar Penyusunan SPM di OPD Kabupaten Mimika, yang digelar di Kantor Bappeda (Foto:SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada Rabu (21/10/2020) menggelar seminar pendahuluan kajian kesiapan OPD dalam penyusunaan standard pelayanan minimal (SPM).

Pada tahun ini penyusunan SPM dimulai dari 5 OPD di Mimika (Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perpusatakaan dan Kearsiapan Daerah serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Dengan demikian Sekretaris Bappeda, Hilar H. Limbong Allo mengatakan sudah ada 21 OPD yang telah melakukan penyusunan SPM, yang mana pada tahun sebelumnya 16 OPD telah menyusun dokumen fisik SPM yang dibantu oleh tim penyusun dari Universitas Hassanuddin.

Dijelaskan SPM merupakan ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal untuk mengukur sejauhmana pelayanan minimal telah diterapkan oleh pemerintah daerah. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu berupa masukan, proses, hasil dan manfaat pelayanan.

“SPM diarahkan untuk pelayanan dasar yang berkaitaan dengan kebutuhan pokok masyarakat,” ungkap Hilar.

Lanjutnya, analisa terhadap aturan yang berkaitan dengan SPM menunjukan bahwa indikator pelayanan minimal, ditetapkan oleh setiap departemen atau lembaga Negara non departemen untuk kemudian dilaksanakan oleh Pemda, namun secara kondisi setiap daerah relatif berbeda, baik potensi, kesiapan aparatur maupun kesiapan masyarakat. Itulah sebabnya dalam PP nomor 2 tahun 2018 menyebutkan bahwa, SPM disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan prioritas dan kemampuan keuangan nasional dan daerah serta kemampuan kelembagaan personil daerah dalam bidang yang bersangkutan.

“Dengan demikian setiap asesment kinerja dan kesiapan daerah dalam mengimplementasikan indikator pelayanan minimal, selain menjadi kerangka dasar penerapan SPM oleh Pemda juga merupakan landasan bagi penyusunan panduan teknis penerapan pelayanan minimal oleh OPD dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Kata Hilar, SPM juga merupakan salah satu pendekatan dalam pelayanan publik yang diadopsi dalam UU nomor 32 tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah. Disebutkan bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib dan berpedoman pada standar, dan SPM dilaksanakan secara bertahap dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Yang dimaksud urusan-urusan daerah yang bersifat wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga Negara yang penyelenggarannya diwajibkan oleh peraturan perUU kepada daerah untuk perlindungan hak konstitusional kepentingan nasional, kesejahteraan masyarakat untuk perlindungan hak keterlibatan umum dalam rangka menjaga keutuhan NKRI serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konfensi internasional.

“Merujuk dari UU tersebut, telah dikeluarkan pula peraturan pemerintah nomor 65 tahun 2005 tentang pedoman penyusunan dan penerapan SPM serta Permendagri nomor 6 tahun 2007, tentang petunjuk teknis penyusunan dan penetapan standar pelayanan minimal. Peraturan terbaru merevisi  peraturan sebelumnya ialah PP nomor 2 tahun 2018 tentang SPM yang mengatur tentang jenis SPM bagi penyelenggaraan pemerintah dan Permendagri nomor 100 tahun 2018 tentang penerapan SPM,” kata Hilar.

Sementara itu, Prof. Dr. Pawennari Hijjang, MA selaku akademisi yang juga sebagai tim penyusun mengatakan penyusunan SPM merupakan perintah UU sebagaimana tugas organisasi perangkat daerah adalah melayani masyarakat.

 Dalam Penyusunan SPM tersebut, Prof Hijjang mengatakan harus ada inovasi-inovasi baru dan mengikuti perubahan zaman, sehingga bisa membuat pelayanan kepada masyarakat itu lebih mudah. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar