Peringati Hari Listrik Nasional, PLN Timika Apresiasi Pelanggan yang Nihil Tunggakan

Bagikan Bagikan
Foto bersama dalam acara 75 tahun Hari Listrik Nasional (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) yang ke 75 yang jatuh pada Selasa (27/10/2020), Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP 3 Timika memberikan apresiasi kepada para pelanggan yang telah setia membayar tagihan sehingga mencapai tagihan nihil.

PLN UP 3 Timika melaunching tunggakan 'Nihil' untuk kode golongan "60,62,63 dan 64".

"Per hari ini tidak ada pelanggan kami selain kode golongan satu yaitu TNI-Polri yang menunggak. Ini capaian yang luar biasa. Kalau tahun-tahun lalu banyak tunggakan, tahun ini per tiga bulan sampai dengan bulan ini nihil tunggakan, artinya semua sudah memberikan kontribusinya untuk membayar tepat waktu," jelas Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi, Selasa (27/10/2020).

Untuk itu, dirinya berterimakasih kepada pelanggan kota Timika, Asmat, Yahukimo, Puncak dan Nduga yang sudah berikan kontribusi kepada PLN.

"Jadi hasil kedisiplinan semua pelanggan ini memberikan dampak prestasi bagi kami. Bahwa per hari ini sudah tiga bulan berturut turut pelanggan selain kode golongan satu, tidak ada tunggakan, jadi murni di rekening kami yang tersisa adalah pelanggan TNI dan Polri yang pembayarannya dari pusat," katanya.

Selain itu juga, PLN unit pelayanan Timika mempersembahkan “kado” yakni launching kampung Amar yang tadinya gelap menjadi menyala.

Berikutnya adalah pencapaian Kwh P2TL melampaui target 184 % sebesar 2.005.737 Kwh terhadap target KM tahun 2020 sebesar 1.092.311 Kwh.

"Itu adalah target kinerja terhadap orang yang istilahnya mencuri listrik sehingga menyebabkan banyak KWH yang hilang. Banyak energi yang harusnya berubah menjadi angka-angka terus bisa berubah menjadi pulsa dan itu menjadi pendapatan bagi kami," terangnya.

Hilangnya listrik itu disebut sebagai susut. Susut itu kerugian yang hilang karena tidak berubah menjadi KW meter berarti tidak berubah menjadi rekening maka tidak bisa dibayar atau tidak bisa dibandingkan dengan harga nilai uang.

Dijelaskan meteran tersebut tidak bisa menjadi angka karena disadap langsung sehingga tidak bisa menjadi nilai uang karena alat yang bisa merubah angka adalah KW meter.

"Jadi listrik itu dari tiang, terus ada kabelnya terus meternya nanti setelah ada kabel lagi yang ke rumah. Meter ini yang menghitung berapa pemakaian di rumah. Karena listrik itu diambil sebelum meter langsung sehingga meter tidak menghitung berapa yang diambil," tuturnya.

PLN UP 3 Timika juga meresmikan pelanggan Premium Bronze Kantor UPBU Mozes Kilangin - LP2 sebesar 2.180.000 VA.

"Jadi kami tambah satu pelanggan baru yaitu pelanggan premium, dimana kami harus meningkatkan pelayanan kami ke pelanggan premium agar tetap terlayani dengan baik," katanya.

Ia menambahkan, semua momen tersebut adalah bagaimana para insan PLN bisa memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

"Di PLN itu ada dua pegawai PLN. Orang PLN adalah orang yang merasa bahwa dia harus berbuat sesuatu dan jiwanya adalah betul-betul jiwa PLN dan memberikan pelayanan yang baik," tutupnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar