Polisi Tetapkan BS Sebagai Tersangka Penipuan Dengan Modus Pembangunan Rumah di Timika

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - BS yang melakukan penipuan dengan modus menjelaskan kepada masyarakat terkait pembangunan rumah dari kegiatan kementerian PUPR, kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"BS kita sudah tetapkan sebagai tersangka, terkait penipuan dan penggelapan," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto kepada Salam Papua, Sabtu (10/10/2020).

Ia menjelaskan BS ditetapkan sebagai tersangka atas laporan dari seorang korban yakni Frans Elas Togama. Elas selaku korban melaporkan BS karena dirinya sudah memberikan uang sebesar Rp 60 juta namun pembangunan rumah yang dijanjikan belum juga dilakukan.

"Korban (Elas, Red) mendapatkan informasi bahwa ada pembangunan rumah dari Pusat. Kemudian korban bertemu dengan BS dan korban memberikan uang sebesar 60 juta," jelas Kasat Reskrim.

Dia mengatakan hingga saat ini pembangunan yang dijanjikan belum juga ada wujudnya.

"sampai sekarang belum terlaksana pembangunan," ujarnya.

Dia menambahkan saat ini BS pun terlilit hutang di salah satu toko bangunan sebesar Rp 300 juta. BS juga memesan Kayu namun hingga kini belum juga dibayarkan.

"Selain itu tukang yang bekerja juga belum dibayar, uang pekerjaan, uang rental mobil, semua masih kita telusuri," ungkapnya.

Dijelaskan program perumahan menurut pengakuan BS adalah dana silang dari kementerian PUPR dan BUMN. Namun setelah pihak Reskrim mengecek ke PUPR ternyata program tersebut tidak ada.

"Mereka kiprahnya sudah lama, sampai sudah punya target rumah 176 unit, dan yang kita cek kemarin sudah 21 unit yang dibangun sekitar 40 persen," katanya.

Modus yang dilakukan BS agar orang percaya adalah mengatakan kegiatan tersebut adalah kegiatan pemerintah.

"Keterangan BS ini kegiatan dari pemerintah makanya orang percaya," tuturnya.

Sebelumnya, BS diduga melakukan penipuan dengan menjanjikan kepada puluhan masyarakat di beberapa Distrik di antaranya Iwaka, Kuala Kencana, Kwamki Narama dan Wania, akan dibangunkan perumahan dari dana silang yang bersumber dari dinas PUPR. Masyarakat pun dimintai pembayaran uang administrasi yang bervariasi sesuai dengan type rumah.

Proyek tersebut katanya ditangani oleh empat orang yaitu ke BS, Joni, Yakob dan Yusuf.

Setelah di cek oleh pihak kepolisian, ternyata yang bernama Yakob adalah BS sendiri, Joni orangnya ada di Timika, sementara Yusuf saat ini menurut keterangan dari BS berada di Jakarta dimana Yusuf adalah pemilik dari PT. Wijaya Karya yang dipakai sebagai payung dalam proyek tersebut. Kemudian proyek tersebut di bagi ke dua orang yaitu BS dan Joni yang menangani di lokasi yang berbeda.

Sudah banyak korban yang terkena dampak dari dugaan penipuan tersebut. Adapun korban-korban yang telah membayar administrasi sebanyak kurang lebih 30an orang. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Banyak korban penipuan orsng ini

    BalasHapus
  2. Halo,
    Nama saya ANITA LANSAM (lansamanita@gmail.com) dari Tambun, Indonesia Saya mengucapkan terima kasih kepada ALLAH yang telah mengakhiri penderitaan saya melalui Avants Loans yang telah memberikan pinjaman kepada saya sejumlah Rp280.000.000,00. Bagi yang sedang mencari pinjaman harus sangat berhati-hati karena banyak sekali lender palsu dimana-mana, hanya sedikit yang asli. Saya mengatakan ini karena saya scammed hampir Rp40jt. Hanya PINJAMAN AVAN yang nyata dan tepercaya karena mereka mentransfer pinjaman saya ke rekening saya tanpa menghabiskan banyak waktu. Mereka yang mencari pinjaman online asli dan sah harus menghubungi AVANTS LOAN melalui
    Email: (avantloanson@gmail.com)
    Whatsapp: (+6281334785906)

    BalasHapus