Stok Alat Rapid di Puskesmas Tidak Sesuai kebutuhan, Masyarakat Mengeluh

Bagikan Bagikan

Pengumuman alat rapid habis di Puskesmas Timika. (Istimewa)
SAPA (TIMIKA) – Persediaan alat rapid di Puskesmas tidak sesuai kebutuhan membuat masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mengeluh lantaran dibuat layaknya bola pimpong.

Seorang warga yang hendak melakukan perjalanan ke Makassar mengaku kecewa melihat pengumuman yang dikeluarkan Puskesmas Timika. Dimana Puskesmas umumkan tentang tidak adanya alat rapid test dan pelayanan baru bisa dilakukan setelah adanya alat. 

“Kalau memang persediaan alat rapid milik pemerintah kurang, kenapa dilarang untuk melayani masyarakat periksa di klinik-klinik swasta? Saya mau ke Makassar, tapi bagaimana lagi kalau alat rapidnya sudah habis,” ungkap pria pedagang di Pasar Sentral yang tidak ingin namanya disebut, Kamis (22/10/2020).

Dijelaskan, bahwa meski putusan Pemerintah untuk fokuskan pelayanan rapid di faskes milik pemerintah adalah bertujuan baik, akan tetapi yang diinginkan warga adalah kecepatan dalam prosesnya sesuai dengan kebutuhan mendesak warga yang harus melakukan perjalanan.

“Saya punya orang tua sakit, jadi sebagai anak saya harus pulang melihatnya. Kalau sudah begini jadinya terlambat” jelasnya.

Menanggapi keluhan  tersebut, Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung menjelaskan bahwa pengumuman tersebut benar dibuat mengingat stok alat rapid telah habis. Terkadang, meski alat rapid test masih tersedia, layanan harus dibatasi guna pencegahan adanya penumpukan sample.

" Sisa 8 alat rapid test, itupun hanya disisakan untuk pelaku perjalanan yang sebelumnya reaktif. Biasanya kalau ada pelaku perjalanan yang awalnya test dan hasilnya reaktif maka kita harus siapkan untuk perjalanan keduanya. Kita sudah diinformasikan memang rapid test kosong untuk hari ini," jelasnya saat dihubungi via telepon.

dr Moses mengatakan bahwa biasanya stok alat rapid tes sebanyak 200, akan tetapi untuk saat ini telah habis dan akan  diorder kembali ke IFK. Saat inipun jumlah warga yang hendak melakukan perjalanan sangat banyak, sehingga tidak sesuai dengan persediaan alat rapidnya.

Ia juga mengaku, yang dikeluhkan warga tentunya benar mengingat ketika alat rapid di salah satu Puskesmas telah habis maka diarahkan untuk ke puskesmas lain. 

Menurut dia, untuk sembilan puskesmas yang melayani rapid test punyai grup informasi yang dibentuk. Dalam grup informasi ini bisa mengetahui Puskesmas mana yang telah habis dan masih miliki banyak alat, sehingga ketika warga datangi  Puskesmas yang alat rapidnya kosong maka langsung diarahkan ke puskesmas yang persediaanya banyak.

"Ada grup yang kami bentuk untuk informasi dan saling koordinasi. Makanya kami selalu arahkan warga ke puskesmas yang informasinya di grup masih punyai alat test, tapi yang jadi masalah saat warga sampai ke puskesmas yang kami arahkan, ternyata alatnya habis atau warga terkait terlambat," tuturnya.

Kuota alat rapid di puskesmas menurut dia disesuaikan dengan ketersediaan di IFK, sehingga puskesmaspun tidak bisa menentukan banyaknya alat yang harus diminta. 

"Alat itu dipasok sesuai ketersediaan di IFK, berarti IFK harus membaginya ke sembilan Puskesmas secara proposional," ujarnya.  (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus