Sudah 11 Saksi Diperiksa Polda Papua Terkait Kasus Penyebaran Video Mesum di Mimika

Bagikan Bagikan
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Penyidik Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Papua masih terus memproses kasus dugaan Tindak Pidana Pornografi dan Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang terjadi di Kabupaten Mimika.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (7/10/2020) mengatakan, saat ini penyidik tengah menangani kasus dugaan Tindak Pidana Pornografi dan Informasi Transaksi Elektronik dengan melakukan pemeriksaan saksi berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/225/IX/2020.

Hingga hari Senin (5/10/2020), penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi, dan para saksi telah kooperatif memenuhi surat panggilan yang dilayangkan oleh penyidik sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

"Dari ke 11 saksi tersebut, salah satu saksi merupakan admin group whatsapp yang diduga video mesum tersebut disebarkan. Selain itu, penyidik juga telah melakukan jejak digital kemana saja video itu disebarkan. Semua ini masih dilakukan proses penyelidikan oleh Penyidik Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Papua," ungkap Kamal.

Dia mengatakan saat ini penyidik masih berada di Timika untuk melakukan proses pemeriksaan saksi, setelah itu baru dilakukan pengembangan atas pemeriksaan para saksi tersebut untuk dilakukan proses  penyidikan selanjutnya. Identitas para saksi tersebut adalah EO, PM, UU, VM, AR, CT, FA, YT, SS, MM dan DW.

Untuk Pasal yang dipersangkakan dalam kasus ini adalah Pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tindak Pidana Pornografi yaitu “memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi dan/atau Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu “ tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elekronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan.” (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar