Tajuk: Melihat Kesaktian Pancasila di Tanah Papua

Bagikan Bagikan


HARI ini, tepatnya tanggal 1 Oktober 2020, seluruh elemen Bangsa Indonesia memperingati hari Kesaktian Pancasila, yang didasarkan pada ketetapan Presiden Soeharto melalui SK nomor 153/1967 tanggal 27 September 1967.

Diketahui bersama bahwa dicetuskannya peringatan hari Kesaktian Pancasila ini dilatarbelakangi oleh peristiwa tragedi berdarah yang menewaskan enam Jenderal pada 30 September 1965, yang dikenal dengan G 30 S PKI.

Alasan logisnya dari adanya hari Kesaktian Pancasila ini, dimana pemerintah Orde Baru pada saat itu meyakini bahwa Pancasila terbukti ampuh dan berhasil menghalau serta menumpas paham komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sudah Go Internasional itu dari bumi Indonesia. Pancasila juga diyakini mampu menyelamatkan bangsa Indonesia dari percobaan kudeta PKI pada tahun 1965.

Terlepas dari latar belakang lahirnya peringatan hari Kesaktian Pancasila di atas, sesungguhnya jika dipandang dari sisi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas, kesaktian Pancasila tetap kokoh dalam setiap zaman dan tantangan di bangsa ini.

Pancasila merupakan dasar NKRI yang tidak akan pernah tergantikan oleh apapun karena memiliki pijakan historis yang sangat berhubungan erat dengan lahirnya bangsa ini. Mengganti Pancasila sebagai dasar NKRI berarti pula mengganti NKRI itu sendiri. Sebab sebuah Negara itu berdiri harus memiliki dasar yang konkrit. Di mana sebelum bangsa ini menyatakan proklamasi kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, dalam sidang BPUPKI (yang kemudian berganti nama menjadi PPKI) tokoh-tokoh pendiri bangsa ini telah sepakat mencetuskan Pancasila sebagai dasar NKRI hasil rumusan Presiden Ir. Soekarno.

Di sisi lain, Kesaktian Pancasila harus terwujud melalui pengamalan dan tindakan nyata dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Nilai-nilai esensial yang terkandung dalam Pancasila adalah adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan. Namun faktanya, perwujudan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut masih berproses dan belum tercapai seutuhnya, baik di pihak pemerintah maupun rakyat Indonesia hingga hari ini.

Berbagai tantangan terkini yang mencoba mengganggu Kesaktian Pancasila dalam konteks perwujudan nilai-nilai Pancasila di bangsa ini di antaranya adalah isu radikalisme agama, isu berita bohong (Hoax), dan bahkan isu anti-Pancasila itu sendiri. Itulah sebabnya Pendidikan Pancasila masih menjadi pelajaran pokok di setiap tingkatan pendidikan di bangsa ini serta juga menjadi bahan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat dalam program pemerintah termasuk lembaga legislatif dan yudikatif.

Bagaimana dengan Papua?

Isu radikalisme agama, isu berita bohong dan isu anti-Pancasila sepertinya hanya merupakan isu yang diterima dari luar atau dipengaruhi oleh pihak luar Papua, yang bukan tercipta dari orang asli Papua itu sendiri. Mungkin!

Sebenarnya, isu yang paling santer terdengar atau paling kuat diteriakkan oleh orang asli Papua hingga saat ini adalah tentang ketidakadilan. Isu ini jika tidak diberi solusi yang tepat, khususnya oleh Pemerintah, dapat berpotensi pada terjadinya pelemahan nilai-nilai Pancasila di masyarakat asli Papua dan bahkan bisa berujung pada runtuhnya Kesaktian Pancasila itu sendiri.

Akhir-akhir ini, isu penolakan Otsus jilid II sudah sering didengungkan di setiap dataran bumi cenderawasih ini. Alasan mendasarnya, pada Otsus jilid I Pemerintah Pusat dinilai tidak adil, di mana sebut saja pemerintah daerah Papua merasa belum diberi kewenangan khusus dan bersifat otonom dalam menentukan serta memutuskan kebijakan-kebijakan dalam konteks keunikan local wisdom dan sumber daya Papua. Untuk hal ini, Pemerintah Pusat dan anggota lembaga legislatif di Senayan sepertinya perlu turun gunung dan duduk bersama dengan semua perwakilan suku yang ada di Papua untuk mendengar secara komprehensif suara hati rakyat Papua.

Perlakuan secara persuasif, bagaikan seorang Ibu terhadap anaknya, sangat diidam-idamkan oleh rakyat Papua dari Pemerintah Pusat, yang mana tindakan tersebut dapat mengobati luka yang selama ini tertanam dalam memori dan batin orang-orang Papua atas adanya berbagai tindakan “tangan besi” pemerintah, yang mungkin perlu penjelasan konkrit dan klarifikasi kebenaran atas anggapan tindakan “tangan besi” pemerintah yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat itu sendiri.

Namun alasan mendasar lainnya penolakan Otsus jilid II, karena pada Otsus jilid I masyarakat Papua tidak menikmati langsung dana Otsus yang jumlahnya cukup fantastis itu. Dalam konteks ini, masyarakat Papua sebagai grassroot mengeluh bahwa dana Otsus tersebut sebagian besar atau mungkin sangat besar dinikmati para elit politik dan pendukung-pendukungnya.

Terkait hal ini, Pemerintah Pusat dan anggota lembaga legislatif di Senayan perlu mengevaluasi kantong-kantong pencairan dana Otsus tersebut dan juga perlu memikirkan kebijakan yang mampu menjawab keluhan masyarakat grassroot Papua ini.

Di samping itu, khususnya untuk para elit politik Papua, perlu memberikan penjelasan yang rinci dan transparan terkait realisasi dana Otsus tersebut bagi masyarakat Papua pada umumnya. Sembari tetap berkomitmen pada diri sendiri sebagai elit politik Papua bahwa peran politiknya hanya berorientasi pada peningkatan SDM Papua dan kesejahteraan masyarakat di Papua pada umumnya serta orang-orang asli Papua secara khusus.

Hindari motivasi menjadi elit politik Papua hanya untuk mengenyangkan perut dan menampung lumbung ekonomi pribadi tanpa melihat kesengsaraan orang-orang Papua yang sedang menderita. Jauhilah perjuangan politik atau sosial yang seakan-akan berteriak mengatasnamakan penderitaan orang-orang Papua namun di balik itu terkandung niat politis kotor dan jahat karena adanya tujuan terselubung untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertentu.

Tanah Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan, maka jadilah alat Tuhan untuk memberkati bumi cenderawasih ini.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Salam! (Jiru)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik co sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik co paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus
  2. izin share ya admin :)
    Bola165 adalah situs Agen Resmi Judi Online Terpercaya dan Terlengkap saat ini di Indonesia
    Cukup hanya dengan satu user id saja sudah bisa bermain di semua game populer di antaranya :
    - Sportbook - Live Casino
    - Slot - IDN Live
    - Poker


    langsung join bersama kami, di bola165a . com / jalurtikus,com

    Bola165 Juga mempunyai promo Welcome cashback,
    anda dapat meraih kemenangan anda di kesempatan kedua sesuai modal pertama anda 100%,
    tunggu apa lagi hanya di bola165 yang berani memberikan bonus promo casback, buruan bergabung sekarang juga.
    Bola165 Juga memberikan banyak Promo Bonus Istimewa yang tiada duanya antara lain :
    - Bonus New Member Up To 2 Jt
    - Bonus Next Deposit Up To 1 Jt /hari (bisa BerXX)
    - Bonus Cashback Mingguan 5%
    - Bonus Rolling Mingguan Up To 0.8%
    - Bonus TurnOver Poker Up To 0.6%
    - Bonus EVent 7 Goal (hadiah 500K)
    - Dan masih Banyak Lagi

    Dapatkan bonus WELCOMECASHBACK 100%untuk kekalahan pertama di bola165a . com khusus slot game buruaan Join bola165a . com sekarang banyak promo yang masih ngehits

    BalasHapus