Tempat Ibadah di Mimika Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Bagikan Bagikan
Kepala Kantor Kementerian Agama Mimika, Utler Adrianus (Foto:SAPA/Kristin)


SAPA (TIMIKA) - Berdasarkan pantauan pihak Kementerian Agama Kabupaten Mimika, setiap aktivitas di tempat Ibadah yang ada di kota Mimika sudah mengikuti Protokol Kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Mimika, Utler Adrianus kepada Salam Papua, Jumat (2/10/2020).

"Tempat ibadah sudah jalankan protokol kesehatan," kata Utler.

Ia mengatakan ketidakdisiplinan dari masyarakatlah yang kadang membuat adanya klaster baru.

"Bukan tempat ibadah yang menjadi sarang klaster, ketidakdisiplinan masyarakat itu yang menjadi sarang klaster, misalnya masih ada masyarakat yang berkerumun, tidak menjaga jarak dan beberapa protokol lainnya yang tidak diikuti oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menekankan bahwa bukan soal tempat ibadahnya, karena tempat ibadah sudah menjalankan protokol kesehatan.

"Di tempat ibadah sudah ada protokol kesehatan, hanya pelaksanaannya dari masyarakat itu yang kita tidak tahu. Kalau misalnya masyarakat tidak disiplin, itu yang menambah klaster baru. Kenapa masyarakat tidak bisa ikuti anjuran pemerintah, apa salahnya kalau kita ikut? Semua anjuran pemerintah itu demi kebaikan dan keselamatan masyarakat. Tapi  kembali lagi, kalau masyarakat mengabaikan, meyakini bahwa virus itu tidak ada, ya silahkan. Jangan sampai nantinya bertambah terus menerus," ungkapnya.

Menurutnya semua orang tidak bisa memprediksi bahwa Covid-19 kapan akan berakhir.

"Nah yang penting kita jaga jarak, kemudian kita ikuti semua tahapan yang telah diberikan bagaimana untuk tidak bisa tertular. Kembali kepada masing-masing, bukan kembali kepada komunitas, entah tempat ibadah atau apapun," jelas Utler.

Ia mengatakan, saat ini masing-masing orang yang harus berusaha menjaga dirinya sendiri. Kalau masyarakat disiplin, dengan sendirinya virus akan hilang. Kalau tidak ikuti protokol maka tidak bisa selesaikan masalah.

"Kalau misalnya tidak ikuti aturan protokol, maka alam ini yang akan menyeleksi orang yang bisa adaptasi dan tidak bisa adaptasi. Kalau dia bisa beradaptasi maka dia bisa bertahan," kata Utler. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar