Tim TGPF Telah Selesai Penyelidikan Kasus-Kasus Penembakan di Intan Jaya

Bagikan Bagikan
Tim TGPF saat tiba di Timika (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya saat ini telah menyelesaikan penyelidikan kasus-kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya.

Ketua TGPF, Benny Mamoto mengatakan target yang ditetapkan dalam penyelidikan telah tercapai dan diselesaikan dengan maksimal meskipun tidak dalam kondisi normal.

"Saksi-saksi dalam kasus-kasus penembakan, termasuk penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadipa telah dihadirkan. Tim kami tidak mendatangi langsung para saksi karena keamanan. Jadi berbagai upaya kami lakukan seperti menghadirkan saksi di lokasi kami. Kami tidak mendatangi mereka karena pertimbangan keamanan," kata Benny Mamoto kepada awak media, Senin (12/10/2020).

Namun kata Benny, jika masih ada data yang perlu ditambahkan, TGPF akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Kalau ada kekurangan, kami akan berkoordinasi dengan Danrem, Dandim, Kapolres, Direskrimum untuk kelengkapan-kelengkapan data yang mungkin masih diperlukan," ujarnya.

Dikatakan tugas TGPF dalam pengusutan kasus penembakan di Intan Jaya adalah untuk membuat terang peristiwanya serta pihaknya bekerja secara teknis untuk mengumpulkan data dan informasi dari para saksi.

"Selanjutnya dalam konteks tugas kami sebagai TGPF, tentunya membuat terang peristiwa," ungkapnya.

Berbeda dengan penyidikan, kata Benny kalau penyidikan semua langkah harus pro-yustisia sesuai yang diatur dalam KUHAP.

"Kalau kami teknis untuk mengumpulkan data dan informasi. Kita lakukan di lapangan bagaimana cara mendekati para pihak yang menjadi saksi supaya mereka secara nyaman dan aman dalam memberikan keterangan, sehingga keterangan yang diberikan secara objektif dan benar. Itu yang penting," katanya.

Selanjutnya, TGPF akan menyusun laporan dari hasil penyelidikan. Laporan itu berisi analisa, evaluasi dan rekomendasi kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Dari rekomendasi itulah nanti akan muncul  contoh bagaimana untuk penyidikannya, bagaimana untuk pembuktian, secara pro-yustisia.

"Sehingga apa yang kami dapatkan bisa juga menjadi info tambahan, menjadi pertimbangan langkah oleh para penyidik nantinya dan marilah kita sama-sama untuk mengikuti proses ini, karena proses ini masih cukup panjang. Dan kami yakin kebenaran akan dapat ditegakkan," tambahnya.

Saat ini Benny dan rombongan yang didampingi juga oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih  Mayjen TNI Herman Asaribab sedang berada di Timika, di mana rencananya tim TPGF akan langsung melanjutkan perjalanan ke Jakarta. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Halo,
    Nama saya ANITA LANSAM (lansamanita@gmail.com) dari Tambun, Indonesia Saya mengucapkan terima kasih kepada ALLAH yang telah mengakhiri penderitaan saya melalui Avants Loans yang telah memberikan pinjaman kepada saya sejumlah Rp280.000.000,00. Bagi yang sedang mencari pinjaman harus sangat berhati-hati karena banyak sekali lender palsu dimana-mana, hanya sedikit yang asli. Saya mengatakan ini karena saya scammed hampir Rp40jt. Hanya PINJAMAN AVAN yang nyata dan tepercaya karena mereka mentransfer pinjaman saya ke rekening saya tanpa menghabiskan banyak waktu. Mereka yang mencari pinjaman online asli dan sah harus menghubungi AVANTS LOAN melalui
    Email: (avantloanson@gmail.com)
    Whatsapp: (+6281334785906)

    BalasHapus