Wabup Mimika: Pemda akan Memfasilitasi Keberhasilan Anak-Anak Amor di Tanahnya Sendiri

Bagikan Bagikan
Wabup Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) –  Keberhasilan anak-anak Amungme-Kamoro (Amor) adalah salah satu  keberhasilan Kabupaten Mimika, di mana mereka bisa menjadi pemimpin-pemimpin di daerahnya sendiri dan menjadi penerus perjalanan Kabupaten Mimika dalam segala bidang. Namun hingga saat ini hal tersebut belum kunjung tercapai.

Hal ini diakui Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM dalam sambungan telepon dengan Salam Papua pada Selasa malam (13/10/2020).

“Pemerintah daerah merupakan regulator dan fasilitator untuk bisa menciptakan orang Amungme-Kamoro sukses di tanahnya sendiri, namun itu yang belum terjadi. Kalau kita lihat peran di bidang politik, di dunia agama, di dunia ekonomi sebagai pengusaha, peternak, petani, nelayan, sebagai salah satu contohnya orang-orang Amungme-Kamoro ada tapi bukan memiliki posisi teratas, dalam artian bukan sebagai produsen tapi hanya sebagai konsumen,” ungkap Wabup Rettob.

Untuk itu, Wabup Rettob mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika bertugas memfasilitasi anak-anak Amungme-Kamoro khususnya, dengan cara mensosialisasikan berbagai kebutuhan daerah Mimika terkini agar anak-anak Amungme dan Kamoro memiliki fokus yang jelas dalam menempuh pendidikan.

“Pemerintah daerah harus mensosialisasikan berbagai kebutuhan daerah Mimika terkini kepada anak-anak Amungme-Kamoro, agar mereka lebih terfokus memilih dan menempuh pendidikan sesuai kebutuhan daerah tersebut. Dan kebutuhan itu bukan hanya di pemerintahan tapi juga di segala bidang. Bagaimana mereka bisa tahu kalau kita tidak memberikan sosialisasi kebutuhan yang riil di daerah? Ini tugas kita memfasilitasi hal tersebut. Sebab selama ini biasanya mereka hanya pergi sekolah, kemudian kembali hanya ingin menjadi pegawai negeri atau menjadi tenaga honorer, untuk apa?” katanya.

Selain itu, menurut dia, pemerintah daerah juga perlu memberdayakan anak-anak Amungme-Kamoro secara total dan komprehensif di segala bidang yang dibutuhkan daerah tersebut.

“Tapi bukan berarti ketika mereka selesai sekolah dan dibiarkan saja. Pemerintah harus memberikan bantuan dalam bentuk memfasilitasi mereka sampai memiliki pekerjaan yang sesuai bidang keahliannya tersebut. Pemerintah memfasilitasi bukan hanya uang, tapi memfasilitasi dalam arti memberdayakan anak-anak Amungme-Kamoro di segala bidang sampai mereka dapat memperoleh pekerjaan dan menjadi profesional di Kabupaten Mimika. Ini harus kita seriusi. Yang paling utama, anak-anak Amungme-Kamoro ini kita arahkan kepada bidang-bidang Vokasi. Bidang-bidang dimana mereka bisa langsung mendapatkan pekerjaan, karena memang yang dibutuhkan saat ini adalah bidang-bidang pekerjaan yang memiliki skill khusus,” ujarnya.

Dalam hal ini dirinya secara khusus menyampaikan bahwa salah satu yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah meningkatkan SDM anak-anak Amungme-Kamoro secara konkrit dan terarah dalam bentuk pendidikan formal dan non-formal.

“Harus kita tingkatkan SDM mereka. Dalam pendidikan formal sesuai dengan bidang keahlian yang mereka inginkan, bukan kita paksakan. Apabila mereka sudah tamat dari studinya, kita harus fasilitasi mereka, supaya mereka bisa menjadi profesional sesuai bidang keahlian studinya. Biasanya pikiran orang, selesai menamatkan studinya, dia pulang ke Mimika dan kemudian dia mendapatkan pekerjaan di pemerintah. Kan tidak begitu? Contohnya, jika dia lulus sebagai Sarjana Hukum, maka kita fasilitasi dia agar menjadi notaris dan sebagainya sesuai bidang tersebut. Dalam pendidikan non-Formal, contohnya dari sisi SDM nelayan. Kita buat bimbingan kepada mereka, kemudian kita fasilitasi mereka untuk menjadi nelayan, dalam bentuk sarana dan prasarana. Sesudah itu kita kawal mereka, kita berdayakan mereka untuk bisa menjadi nelayan yang profesional. Selanjutnya kita harus mencari jalan keluar, di mana hasilnya sebagai nelayan kita bantu pasarkan, sehingga beberapa waktu ke depan dia bisa menjadi produsen atau pengusaha,” jelasnya.

Namun dia juga mengatakan bahwa dalam upaya peningkatan SDM Amungme-Kamoro ini harus dihindari budaya instan yang dapat merusak masa depan.

“Jangan membuat budaya pengaturan program-program yang bersifat instan sehingga tidak menciptakan masa depan yang baik bagi masyarakat (Amungme-Kamoro, Red),” katanya.

Dia pun menambahkan bahwa Bupati Mimika dan dirinya selaku Wakil Bupati tetap berkomitmen untuk membuat anak-anak Amungme dan Kamoro menjadi berhasil atau sampai mereka bekerja. 

“Masyarakat harus sejahtera dan supaya mereka (masyakarat Amungme-Kamoro, Red) tidak mati di lumbungnya sendiri. Kami membuat program-program pemerintah untuk memberikan dukungan kepada mereka dalam semua bidang dan dalam semua profesi. Asalkan mereka memiliki perubahan sikap, mental, perilaku dan mindset berpikirnya,” tutupnya. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar