Wabup Mimika: Pemerintah Harus Action Siang Hari dan Masyarakat Jangan Dengar Berita Hoax!

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM (Foto:SAPA/Kristin)


SAPA (TIMIKA) - Berkaitan dengan pemberlakuan pengawasan pembatasan masyarakat di Jalan yang sudah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika beberapa waktu ini, Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM mengatakan bahwa pemerintah harus action di siang hari bukannya malam hari.

Sebab dalam aturan, aktivitas masyarakat dibatasi mulai pukul 21.00 WIT (9 malam) hingga 06.00 WIT.

"Besok tanggal 6 Oktober merupakan batas akhir masa pembatasan sosial ke lima, jadi kemungkinan besok kita akan evaluasi, saya masih tunggu petunjuk. Tapi prinsipnya bahwa pemerintah sudah tidak bisa tinggal diam, pemerintah harus action di siang hari bukan di malam hari," kata Wabup John kepada awak media, Senin (5/10/2020).

Ia mengatakan saat ini pemerintah sudah tidak boleh tinggal diam dikarenakan ruang perawatan kini sudah penuh. Sehingga sementara ini, Pemkab sedang mencoba mengusahakan sebuah klinik darurat.

"Jadi, Pengawasan terkait dengan protokol covid-19 bukan malam, tapi siang hari. Ini yang nantinya kita lakukan evaluasi. Itu akan dibuat Rundown, jam juga Rundown, semuanya Rundown, supaya orang bisa tahu," tuturnya.

Di sisi lain, akhir-akhir ini banyak oknum masyarakat Mimika yang menyebut bahwa pandemi Covid-19 ini adalah “tipu-tipu' alias bohong.

Curahan pendapat masyarakat tersebut dituangkan melalui berbagai akun media sosial, misalnya ada yang membagikan video-video maupun tulisan-tulisan yang menerangkan bahwa Covid-19 adalah penyakit yang sebenarnya tidak ada, dan lain sebagainya.

Menjawab hal tersebut Wabup John menegaskan kepada warga masyarakat Mimika agar jangan mudah termakan isu-isu yang tidak benar melalui media sosial.

"Kita harus yakin bahwa covid-19 ini adalah penyakit yang cukup berbahaya sehingga kita harus betul-betul taat akan protokol kesehatan. Jangan dengar berita hoax," tegasnya.

Ia mengingatkan warga bahwa Covid 19 benar ada dan masyarakat diminta patuh terhadap protokol Covid 19 agar tidak mudah terpapar virus tersebut.

"Patuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, mencuci tangan, jaga jarak dan memakai masker," ujarnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar