Warga Banti Belum Kunjung Dipulangkan, Haris Azhar Curiga Ada Siasat Jahat

Bagikan Bagikan
Haris Azhar bersama warga tiga kampung (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Aktivis HAM sekaligus Kuasa Hukum FPHS, Haris Azhar,S.H.,M.A. menduga adanya siasat jahat di balik belum kunjung difasilitasinya kepulangan ribuan warga Banti.

Kecurigaan adanya siasat jahat tersebut lantaran permintaan warga untuk dikembalikan ke kampung tidak dihiraukan Pemkab Mimika. Bahkan ada yang melarang seluruh warga untuk kembali, padahal seluruh warga berkeinginan kuat agar bisa difasilitasi kembali ke kampung halamannya, karena merasa tidak cocok tinggal di Timika.

Bahkan Haris menilai ada yang sangat menikmati suasana ini, karena hingga  saat ini warga Banti telah meninggalkan kampung selama tujuh bulan.

“Sebetulnya kita perlu curigai terkait ada yang sepertinya menikmati suasana ini dialami. Kenapa Bupati (Mimika, Red) membiarkan masyarakat tiga kampung ini? Padahal masyarakat ini bukan hanya sekedar warganya, tetapi merupakan orang-orang yang juga dari tanah asalnya Bupati. Mestinya dia itu menjadi orang yang paling resah dan berusaha untuk mengembalikannya, tapi kog dia gak maju?,” ungkap Haris saat menemui warga Banti di Sekretariat FPHS, Senin (26/10/2020).

Selain itu menurut dia, ada informasi terkait  rencana perluasan dua wilayah pertambangan PTFI. Informasi itupun diperkuat dengan salah sosialisasi AMDAL. Makanya dicurigai bahwa dalam AMDAL-nya akan mencaplok wilayah kampung masyarakat Banti.

“Kalau memang tidak ada siasat jahat maka segera kembalikan warga ini ke kampungnya. Kalau masyarakat ini terus ada di sini maka jadi masalah dan tidak diperhatikan. Sudah ada 8 orang yang meninggal dunia, ada yang trauma, belum lagi yang kena malaria. Padahal mereka mengaku kalau  tinggal di kampungnya semua sehat-sehat,” tuturnya.

Saat ini telah mencapai 7 bulan masyarakat Banti dievakuasi ke Timika, semestinya TNI, Polri, Pemkab Mimika dan Pemerintah Pusat juga harus buatkan tim.

Pemkab Mimika dan stakeholdernya semestinya malu ketika masyarakatnya mengambil inisiatif sendiri untuk menyelamatkan diri. Sebab, bukan negara  atau aparat yang menyelamatkan mereka, tetapi masyarakat sendiri yang mengevakuasi diri, selanjutnya memberi waktu kepada negara guna mengamankan kampung mereka, sehingga ketika kampungnya sudah aman maka mereka bisa kembali lagi.

“Masyarakat ini mengambil inisiatif sendiri untuk dievakuasi ke Timika. Sekarang ketika masyarakat mau balik malah dihalangi. Makanya saya curiga ini ada yang mau ambil tanah leluhur mereka untuk rencana-rencana tertentu. Menurut saya, itu sangat jahat sekali,” katanya.

Ke depannya, selaku aktivis HAM dan Kuasa Hukum yang dipercayai FPHS, ia akan proaktif mendatangi warga untuk mencari solusi, sehingga warga tiga kampung bisa dipulangkan mengingat jika tidak difasilitasi maka warga nekat dengan cara menempuh jalan kaki.

Sebelumnya, Tokoh Perempuan Banti, Martina Natkime mengatakan bahwa sejak dievakuasi ke Timika, warga tiga kampung mengalami kesulitan lantaran harus menyesuaikan diri menjalani hidup di Timika. Timika bukan tempat yang cocok untuk warga tiga kampung mengingat kehidupan di Timika sangat bergantung pada uang, baik untuk makan dan minum, tempat tinggal ataupun untuk berobat.

Dengan demikian, saat ini seluruh warga sepakat untuk pulang kampung dengan mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah dan PTFI.

“Sekarang sudah ada delapan orang yang meninggal dunia. Banyak yang sakit. Sudah banyak yang sudah diusir oleh pemilik kos, karena tidak ada yang bayar kos. Timika ini bukan tempat yang cocok untuk warga kampung. Di kampung bisa berkebun tanpa harus mengeluarkan uang. Masyarakat juga tidak ada yang kena sakit,” kata Martina.

Hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan masyarakat tiga kampung, Kolinus Beanal. Kolinus mengatakan bahwa kesepakatan awal adalah seluruh warga akan dikembalikan setelah situasi aman. Namun, sampai saat ini tidak mendapatkan jawaban, karena itu banyak warga yang nekat untuk berjalan kaki agar bisa kembali ke kampung.

“Itu saja yang kami sampaikan kepada Bapak selaku kuasa hukum kami. Mohon untuk membantu warga kami,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus