YPMAK Bantu Warga Aroanop dan Tsinga Masing-Masing 100 Juta Rupiah

Bagikan Bagikan
Penyerahan bantuan YPMAK kepada perwakilan warga Aroanop dan Tsinga (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memberikan bantuan kepada warga Aroanop dan Tsinga yang terkena dampak banjir dan longsor yang terjadi pada 16 Juni 2020 lalu dimana hingga kini perkebunan masyarakat masih membutuhkan bantuan karena beberapa fasilitas yang rusak seperti jembatan, perkebunan, rumah, sekolah belum diperbaiki.

Bantuan masing-masing sebesar Rp 100 juta dari YPMAK tersebut diterima oleh perwakilan dari Aroanop yakni kepala suku Isak Jangkup dan dari Tsinga yaitu Lewi Beanal, di Kantor YPMAK, Jalan Yos Sudarso, Senin (19/10/2020).

Wakil Direktur bidang monitoring dan evaluasi program YPMAK, Yohan Wambrauw mengatakan bantuan tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung pemerintah dan merupakan perpanjangan tangan dari PT. Freeport Indonesia (PTFI).

"Tujuan dari bantuan ini adalah agar membantu dan meringankan beban masyarakat yang terkena bencana. Sebagaimana kita tahu bahwa bencana ini menyebabkan kebun-kebun hancur karena longsor sehingga harapan kami dengan adanya bantuan ini bisa membantu dalam menunggu masa tumbuh tanaman-tanaman masyarakat yang nantinya bisa dinikmati," kata Yohan.

Selain itu, tujuannya adalah supaya masyarakat dapat melihat bahwa ada perhatian dan merasakan pelayanan dari pihak YPMAK.

"Harapan dari YPMAK kepada penerima bantuan dengan hadirnya kepala Distrik itu supaya pemerintah bisa mengetahui bahwa ada respon dari YPMAK terhadap kebutuhan masyarakat terkait dengan bantuan ini dan semoga bantuan ini bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Di samping itu, kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame mengatakan dampak longsor tersebut dirasakan juga oleh kampung-kampung lainnya di sekitar Aroanop dan Tsinga.

"Sejak terjadinya longsor itu semua akses ekonomi dan pendidikan macet total, kesehatan juga tidak jalan baik. Dan terkait dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab membuat semua kegiatan di Aroanop dan Tsinga sudah tidak jalan," kata Thobias.

Menurut dia, hingga saat ini perbaikan fasilitas yang rusak seperti enam jembatan dan lainnya belum dilakukan karena adanya situasi pandemi covid-19, yang mana pekerjaan dalam skala besar belum dapat dilaksanakan.

"Penyaluran bantuan berupa bahan makanan luar biasa sudah tersalurkan, dan bantuan dari YPMAK sangat membantu sehingga kami ucapkan terimakasih karena bisa membantu masyarakat," tuturnya.

 

Dalam hal ini, kepala suku Aroanop, Isak Jangkup mengucapkan terima kasih kepada YPMAK karena telah mengambil langkah dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam tersebut.

"Musibah itu dampaknya di beberapa kampung juga dan memang dulunya tidak pernah terjadi seperti itu tapi kali ini perkebunan masyarakat dirusak dan mereka belum bisa berkebun," ujar Isak.

Isak mengatakan sudah ada beberapa instansi yang juga sudah membantu termasuk pemerintah. Dan menurut dia, saat ini yang menjadi kendala adalah transportasi di mana pihaknya harus berpikir keras untuk membawa Bama dengan mencarter pesawat yang harganya berkisar 30 hingga 60 juta.

"Jadi sekitar 10 kali penerbangan untuk bantuan sudah dibawa ke sana. Rencananya bantuan dari YPMAK ini kami akan gunakan untuk mencarter pesawat dan membeli bahan makanan," katanya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar