Basarnas Mimika Tangani 20 Kasus Kecelakaan Laut, 15 Persen Korban Tidak Ditemukan

Bagikan Bagikan
Tim Basarnas Mimika saat melakukan pencarian korban kecelakaan laut (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Basarnas Mimika, Monce Bruri mengaku hingga saat ini telah ada sebanyak 20 kasus kecelakaan laut yang terjadi di wilayah Agats Kabupaten Asmat dan wilayah laut Mimika.

Monce mengatakan bahwa dari 20 kecelakaan laut tersebut, diperkirakan 10 hingga 15 persen korban yang hingga saat ini tidak ditemukan termasuk korban terakhir yang terjadi di perairan Atuka.

"Sampai saat ini sudah 20 kasus kecelakaan laut yang kita tangani. Itu semuanya di wilayah Avast dan Timika, karena wilayah kerja kami juga sampai ke Asmat. Korban yang tidak ditemukan termasuk yang beberapa waktu lalu di Atuka dengan korban Mama Ferdi," katanya  di lapangan eks pasar lama usai Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Terpadu Menghadapi Bencana Alam di Wilayah Mimika, Kamis (12/11/2020).

Dijelaskan, secara garis besar fasilitas operasional laut, Basarnas memiliki satu unit kapal besar ukuran 36 meter, dua meter ukuran 12 meter dibantu dengan sireder 12 PK ukuran 9 meter dan 85 PK. Sedangkan untuk darat, Basarnas miliki dua unit Amphibious serta beberapa peralatan vertikal dan peralatan hard lainnya.

Untuk di wilayah gunung hanya mengantisipasi terjadinya kecelakaan udara, sehingga beberapa tahun lalu Basarnas gelar operasi pesut di wilayah titik rawan.

Dengan luas wilayah pelayanan peralatan yang harus dibutuhkan dalam mempercepat proses evakuasi sangat tergantung dari pusat, akan tetapi selama ini selalu dibantu oleh Lanud, sehingga evakuasi pun bisa dilaksanakan.

"Kendalanya paling soal cuaca saja dan untuk fasilitas yang lebih memadai itu tergantung dari pusat," katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar