Cegah Badai La Nina, Basarnas Mimika Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Terpadu

Bagikan Bagikan
Situasi Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Kesiapsiagaan Terpadu Menghadapi Bencana Alam (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Dalam rangka mencegah badai La Nina yang diperkirakan terjadi pada puncak Desember 2020, Basarnas Mimika melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Kesiapsiagaan Terpadu Menghadapi Bencana Alam.

Sebelumnya BMKG RI peringatkan bahwa fenomena La Nina perlu diwaspadai masyarakat Indonesia, karena selain badai La Nina, juga akan berbarengan dengan turunnya hujan berkepanjangan di Januari hingga Februari tahun 2021.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan bahwa berdasarkan undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, disebutkan bahwa wilayah negara Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non-amal maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda serta dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.

Hingga akhir September 2020, pantauan terhadap anomali iklim global di samudera Pasifik ekuator menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomalin telah melewati angka 0,5°C pada bulan September 2020.

BMKG Mimika menyatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi disebabkan efek fenomena La Nina di samudra Pasifik sebelah barat.

Curah hujan di Mimika pun tertinggi telah terjadi pada Juni, Juli dan Agustus, akan tetapi lantaran efek La Nina, curah hujan cukup tinggi akan terjadi hingga saat ini, sedangkan Pa Nina diperkirakan akan terus terjadi hingga Desember 2020.

“Makanya masyarakat perlu waspada terhadap timbulnya bahaya luapan air serta angin nesar. Sebab Mimika juga diperkirakan terkena dampak La Nina tersebut,” kata Rettob saat apel di lapangan eks pasar lama, Kamis (12/11/2020).

Curah hujan di bulan Desember 2020 hingga Februari 2021 mencapai 20%-40% dari rata-rata musim hujan sebelumnya. Tingginya curah hujan yang disertai badai La Nina berpotensi memicu bencana hidro metrologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan gelombang laut tinggi.

Masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Membersihkan parit dan sungai dari sampah. Menyiapkan penghambat banjir berupa kantong pasir. Pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selalu waspada bagi warga yang bermukim atau beraktivitas di pinggiran sungai, membentuk tim relawan penanggulangan bencana di setiap RT/RW secara mandiri, dan terus memantau informasi musim hujan terkini melalui media info BMKG.

Guna mencegah, juga perlu adanya Koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder yang ada, ,mengedepankan kerjasama yang sinergis dan harmonis dengan instansi terkait serta seluruh elemen masyarakat.

Sedangkan Kepala Basarnas Mimika, Monce Brury mengaku bahwa pencegahan bencana alam apapun merupakan beban dan tanggung jawab semua instansi dalam wilayah Mimika, baik Basarnas, TNI dan Polri maupun LSM ataupun organisasi termasuk masyarakat. Personil Basarnas saat ini hanya 69 orang, tapi terpotong juga untuk personil yang bertugas di Kabupaten Asmat dan Kaimana masing-masing sebanyak tujuh orang.

"Pada dasarnya Basarnas siap membantu masyarakat, tetapi tetap membutuhkan kerjasama dalam menghadapi bencana yang diperkirakan akan terjadi," kata Monce.

Terkait dengan jumlah perosnil Basarnas masih sangat kurang, jika dibandingkan dengan luasan wilayah kerja. Namun, kekurangan personil bukan menjadi suatu halangan, karena semuanya akan berkoordinasi bersama TNI dan Polri serta instansi lainnya.

Dijelaskan bahwa secara garis besar untuk Alusista laut, Basarnas mempunyai satu unit kapal ukuran 36 meter, dua unit ukuran 12 unit, sireder 200 PK ukuran 9 meter serta satu sireder ukuran 85 PK. Sedangkan untuk di darat, mempunyai ampibius dua unit, peralatan vertikal dan peralatan keras lainnya.

"Selama ini dukungan dari Pemkab sudah sangat cukup untuk kegiatan kami, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga tetap berjalan dengan baik," katanya.

Pantauan Salam Papua, apel kesiapsiagaan ini dihadir oleh Danlanal Letkol P. Laut, Deni Indra. M,S.Sos dan jajarannya serta Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia dan jajaranya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar