Covid-19 Berdampak Besar Bagi Layanan Imunisasi Anak di Mimika

Bagikan Bagikan
Kepala Bidang P2PM Dinkes Mimika, Fransiska Kilangin (Kiri) dan Kepala Seksie Imunisasi, Nelsi Bungan Allo (Kanan) (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) – Kepala Bidang P2PM Dinas Kesehatan Mimika, Fransiska Kilangin mengungkapkan, capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) tahun 2020 kurang maksimal lantaran adanya pandemi covid-19. Terhitung hingga bulan Oktober capaian target IDL di wilayah kerja Dinas Kesehatan Mimika Baru mencapai 76 persen dari target 90 persen.

"Dibandingkan tahun 2019, layanan imunisasi di tahun 2020  tidak maksimal, namun petugas kesehatan dalam hal ini Puskesmas tetap melakukan imunisasi sweeping atau door to door, karena memang untuk saat ini kita diminta untuk tidak membuat kerumunan, apalagi imunisasi ini pada umumnya usia anak-anak, jadi kita lakukan door to door untuk anak-anak usia SD sedangkan untuk bayi itu dilayani di posyandu. Akan tetapi karena covid ini jadi banyak orang tua yang tidak membawa anak-anak mereka untuk dilakukan imunisasi," ungkap Kepala Bidang P2PM Dinkes Mimika, Fransiska Kilangin, Selasa (24/11/2020).

Fransiska mengatakan, dengan adanya pandemi covid-19 ini, beberapa Puskesmas di daerah pedalaman sama sekali tidak melakukan pelayanan terutama di wilayah pegunungan. Tidak saja terjadi di wilayah pedalaman bahkan itu juga terjadi di wilayah  kota.

Sementara itu, Kepala Seksie Imunisasi, Nelsi Bungan Allo menjelaskan bahwa imunisasi adalah hal yang penting bagi imunitas anak, apabila tidak dilakukan maka hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan anak.

"Imunisasi dapat memberikan kekebalan kepada anak sejak lahir hingga bahkan usia subur anak. Resiko yang terjadi apabila tidak dilakukan imunisasi, anak akan dengan mudah terpapar penyakit dan juga virus. Dengan melakukan imunisasi rutin, kekebalan tubuh akan terbentuk sehingga resiko anak terserang penyakit akan lebih kecil dibandingkan yang tidak melakukan imunisasi," ujar Nelsi.

Nelsi menjelaskan, pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak. Untuk imunisasi dasar lengkap, bayi diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0), usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2), usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3), usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik), dan usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).

"Untuk imunisasi lanjutan, bayi di bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak atau MR), kelas 1 SD diberikan (DT dan MR), kelas 2 dan 5  diberikan TD. Vaksin Hepatitis B (HB) diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis, imunisasi BCG diberikan guna mencegah penyakit TBC, Imunisasi Polio untuk mencegah polio, Imunisasi Campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella, sementara  DPT untuk mencegah tetanus," terangnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar