Dinkes Mimika Gelar Evaluasi Kampanye Kelambu Massal dan Logistik Malaria

Bagikan Bagikan
Suasana kegiatan evaluasi Dinkes Mimika (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan evaluasi pengendalian vector (Kampanye kelambu massal) dan logistik malaria di Kabupaten Mimika yang dihadiri oleh sejumlah Kepala Puskesmas dan unsur lainnya, di salah satu hotel di bilangan Yos Sudarso, Senin (2/11/2020).

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Mimika, Obet Tekege di sela–sela kegiatan menjelaskan saat ini pihaknya masih mengevaluasi, di mana ada delapan Puskesmas di pedalaman yang sudah didistribusikan kelambu, di antaranya Puskesmas Manasari, Agimuga, dan Jita.

Sementara itu, untuk wilayah pegunungan yakni Arowanop, Hoya, Alama, Jila dan Tsinga, Obet menjelaskan pendistribusiannya dilakukan di wilayah kota Mimika, dikarenakan semua masyarakatnya akibat situasi keamanan beberapa waktu lalu yang menyebabkan masyarakat harus turun di kota Timika.

Untuk di kota Timika, kata Obet semua sudah distribusi baik wilayah Limau Asri, Jile Ale, Kwamki Lama, Bhintuka, Puskesmas Timika, Pasar Sentral, Wania, Mapurujaya, dan Ayuka.

“Penyaluran kelambu kalau di kota sudah dilakukan, pedalaman dan pesisir sebagian masih belum karena masih terkendala dana distribusinya,” ujarnya.

Dijelaskan, pihak Dinkes juga menggunakan aplikasi RapidPro yang merupakan aplikasi teknologi kesehatan berbasis SMS yang penggunaannya bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan untuk pemantauan cakupan kampanye malaria.

Dari hasil pemantauan menggunakan aplikasi tersebut sudah 15 persen tersalurkan, namun di tingkat Kabupaten belum ada hasilnya karena masih akan dievaluasi dalam kegiatan Evaluasi terkait kampanye kelambu tersebut. Dimana akan disampaikan oleh masing-masing petugas mengenai pencapaiannya sesuai dengan format yang sudah dibagikan oleh Dinkes.

Dia juga menambahkan proses pendistribusian kelambu massal sesuai target dari Kementerian bulan Oktober dan November, dan finalnya nanti tanggal 31 November 2020.

“Dalam proses pendistribusian sudah ada sasarannya, untuk wilayah Mimika titiknya ada sekitar 111, sehingga nantinya Puskesmas akan turun ke titik-titik itu untuk membagikan langsung ke masyarakat yang dibagi berdasarkan kelompok tidur. Dimana nantinya petugas akan melihat secara langsung berapa jumlah kamar dan menanyakan kelompok tidur di dalam rumah, jika ada dua kelompok, maka akan dibagikan dua. Selain itu juga kita barengi dengan kampanye kelambu, bagaimana cara memasangnya dan beberapa prosedur lainnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan kelambu sangat penting. Karena dengan menggunakan kelambu, kita sudah mencegah gigitan nyamuk, dan dengan begitu bisa menurunkan kasus malaria.

“Masyarakat harus menggunakan kelambu yang sudah dibagi. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar jika mendapatkan gejala-gejala malaria sebaiknya langsung berobat, dan jika ada malaria harus minum obat sampai tuntas. Mari mencegah lebih baik dari pada mengobati,” tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar