Dinkes Papua Rekrut Mahasiswa Kedokteran Uncen Jayapura Tangani COVID-19

Bagikan Bagikan

Kepala Bidang SDM Dinkes Papua Lesman Tabuni . (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Dinas Kesehatan Provinsi Papua merekrut mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Jayapura untuk membantu penanganan COVID-19 langsung kepada masyarakat.

"Terkait penyebaran tenaga kesehatan untuk penanganan COVID-19 di Papua sangat minim, dan kondisi itu terjadi sejak Maret, April dan Mei, kami sangat kesulitan besar," kata Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Dinkes Papua Lesman Tabuni di Jayapura, Jumat.

Dengan demikian, kata dia, Dinas Kesehatan Papua merekrut relawan COVID-19 dari mahasiswa kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) sebanyak 21 orang. Mereka direkrut untuk menjalangkan tugas dilapangan, baik pelacakan dan kemudian penangan langsung pada masyarakat.

Menurut dia, penanganan langsung kepada masyarakat ini lebih difokuskan di daerah-daerah terpapar COVID-19 di Kota Jayapura. Selain relawan COVID-19, pihaknya juga merekrut satuan tugas kaki telanjang dan terapung untuk melakukan penanganan terhadap virus corona kepada masyarakat terinfeksi virus corona di kabupaten-kabupaten.

Lesma menjelaskan, Satgas kaki telanjang yang direkrut itu ditempatkan di Kabupaten Paniai, Mimika, Keerom, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Satu tim terdiri atas lima sampai enam orang. Masing-masing profesi kesehatan, seperti tenaga bidan, gizi, dan tenaga kesehatan lingkungan.

Tim satuan tugas kaki telanjang ini, tidak melakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit tetapi ada di masyarakat dan melakukan identifikasi masyarakat dari rumah ke rumah, dari keluarga ke keluarga, sehat atau sakit, kalau sakit segera melakukan tindakan, jika sehat maka terus dilakukan penyuluhan.

"Hingga kini mereka ada ditempat tugas, pada akhir November ini kami akan melakukan penarikan karena masa kontrak mereka sudah berakhir ditanggal 4 Desember 2020," ujarnya.

Terkait satuan tugas kaki telanjang, sudah lima tahun pihaknya melakukan perekrutan dan menempatkan mereka untuk melayani masyarakat di daerah-daerah yang bermasalah kesehatan, terutama di wilayah pegunungan Papua, dan beberapa kabupaten di wilayah pesisir. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar