Hotmix Jalan Bela Terkesan Asal-asalan, Komisi C DPRD Mimika Akan Panggil Kontraktornya

Bagikan Bagikan
Komisi C DPRD Mimika saat berada di titik  bergelombang dan miring di jalan kompleks Bela, belakang Keuskupan (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Komisi C DPRD Mimika menilai bahwa kontraktor yang melakukan hotmix  jalan kompleks Bela di belakang Keuskupan Timika asal-asalan.

Dalam hal ini, Komisi C secepatnya akan memanggil kontraktor terkait guna mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Sebab, telah terbukti dengan jalan yang bergelombang dan miring, sehingga menyebabkan kendaraan oleng. Keadaan ini kemungkinan dikarenakan dasar atau timbunan tidak padat, sehingga kualitas aspal atau hotmixnya tidak bisa bertahan lama. Padahal pekerjaan jalan kompleks tersebut menelan anggaran kurang lebih Rp 10 miliar.

“Kalau kita jalan dengan mobil, kita bisa rasa seperti ban mobil dalam keadaan pecah. Padahal ban mobil kita baik-baik saja. Terus ada titik pada tikungan yang jalannya juga miring dan itu bisa kita lihat serta rasakan saat naik mobil. Kalau begini berarti kontraktornya asal-asalan saja yang penting pekerjaan selesai dan terima bayaran,” ungkap Ketua  Komisi C, Elminus B. Mom yang didampingi beberapa anggotanya seperti Saleh Alhamid, Sisel Abugau, Yulian Solossa dan Aset Murib saat melakukan kunjungan kerja, Selasa (3/11/2020).

Pantauan Salam Papua, selain memantau hasil pekerjaan jalan kompleks tersebut, Komisi C juga memantau progres pelebaran jalan C Heatubun ke arah terminal Bandara Baru.

Untuk pemasangan box culvert oleh PT Fajar Utama Semesta di Jalan C Heatubun menjadi lambat lantaran adanya  beberapa tiang listrik milik PLN dan Telkom yang belum dipindahkan serta cuaca yang tidak menentu.

Herry, selaku pengawas lapangan PT Fajar Utama Semesta menjelaskan bahwa pemasangan box culvert akan dilakukan  sepanjang 700 meter, dengan kedalaman 2 meter dan total anggaran sebesar kurang lebih Rp 20 miliar. Hingga saat ini progres pekerjaan baru mencapai 10 persen.

“Sebenarnya kendala kami di lapangan cukup banyak, seperti cuaca, ada juga beberapa tiang listrik dan Telkom yang belum dipindahkan sehingga kami tidak bisa pasang box culvert, tapi kami optimis bisa diselesaikan hingga akhir Desember,” jelas Herry.

Persoalan di lapangan sudah disampaikan ke Dinas terkait, dan bahkan telah menyurati pihak PLN dan Telkom agar dapat memindahkan tiang-tiang tersebut. Diharapkan, surat tersebut  bisa direspon secepatnya agar pekerjaannya bisa selesai sesuai jadwal.

“Memang untuk surat yang kami sampaikan ke PLN dan Telkom sudah direspon, tapi belum ada aksinya untuk pemindahan tiang-tiang yang ada,” tuturnya.

Melihat kondisi ini, Ketua Komisi C DPRD Mimika, Elminus B. Mom meminta agar setiap instansi terkait harus saling berkoordinasi dan secepatnya merespon. Sebab, pekerjaan harus dapat dirampungkan, mengingat sisa waktu akhir tahun 2020 hanya sebulan lagi.

“Sekarang ini waktunya sudah mepet, berarti anggaran tahun 2020 sudah mau selesai. Tidak mungkin kami mau anggarkan terus untuk satu pekrjaan yang sama,” ujar Elminus.

Komisi C juga meninjau pekerjaan timbunan lahan parkir hingga pengerjaan drainase di Terminal Bandara Baru di Jalan Baru yang dikerjakan PT Karya Mandiri Permai dengan nilai proyek sebesar Rp 28 miliar lebih.

Menurut pihak konsultan jika penimbunan dan pengerjaan drainase telah rampung selanjutnya akan masuk pada pengerjaan pemasangan listrik dan air, itu pun akan dilanjutkan pada APBD Induk 2021.

Sekretaris Komisi C, Saleh Alhamid mengatakan, dewan memang perlu meninjau pekerjaan fisik, untuk memastikan sejauhmana progresnya, karena anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah cukup besar, sehingga harus dikerjakan dengan baik.

“Kami bukan hanya sekedar mau tahu soal progresnya, tetapi kami juga mau melihat kualitasnya supaya nantinya tidak dianggarkan secara berulang-ulang,” kata Saleh. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar