Kadishub Nilai Kerjasama Pemkab Mimika dan PT Asian One Perlu di Evaluasi

Bagikan Bagikan
Salah satu armada (Helikopter) Milik Pemkab Mimika. (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Jania Basir mengungkapkan pendapatan yang dihasilkan dua armada milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yakni pesawat dan helicopter, dalam sebulan mencapai Rp 800 juta hingga Rp 1 Miliar.

Diketahui, Pemkab Mimika memiliki dua armada yakni satu buah Helikopter Airbus H125 dan satu buah Pesawat Cessna Grand Caravan 208 B EX yang dioperasikan oleh  PT Asian One, sesuai dengan perjanjian kerjasama operasi (KSO) antara Pemkab Mimika dengan PT Asian One.

Kepada wartawan, Senin (23/11/2020), Jania mengatakan surat perjanjian sewa menyewa dengan PT Asian One dilakukan setiap dua tahun sekali, dengan status Asian One hanya menyewa Pesawat dan Helikopter milik Pemkab Mimika.

Ia menuturkan, setiap bulan pendapatan yang dihasilkan dari dua armada tersebut tidak menentu, karena semua tergantung penerbangan.

“Dalam satu bulan itu tidak menentu, akan tetapi kita selalu melakukan pencocokan untuk menyesuaikan perhitungan mereka dengan yang kita punya, sesuai atau tidak. Dalam surat perjanjian sewa menyewa itu, kewajiban mereka menyetor ke Pemkab sesuai dengan pendapatan penerbangan, dimana untuk Pesawat satu jam senilai Rp 10 Juta, sedangkan untuk helicopter 12 Juta perjam,” ungkap Jania.

Ia menerangkan, pada bulan Juli pendapatan yang diterima Pemkab nilanya sebesar Rp 1 Miliar, namun pada bulan Agustus, dirinya tidak mengetahui pasti alasannya mengapa tidak ada pemasukan, sedangkan pada bulan September itu senilai Rp 889 Juta.

“Saya melihat surat perjanjian itu terlalu global, karena setiap tahun Pemkab Mimika harus terus menganggarkan dana untuk armada tersebut. Kita akan tinjau ulang, saya tidak tahu pasti nilai dalam setahun yang harus dikeluarkan, tapi yang pastinya setiap tahun kita anggarkan. Rata- rata income yang diterima Pemkab Mimika 800-100 miliar Rupiah, tapi kalau konsisten setiap bulan biaya operasional kita bisa tutupi, tidak harus dianggarkan terus,” ujarnya.

Menurutnya, perjanjian kerjasama dengan PT Asian One harus dievaluasi kembali.

Sesuai dengan keluhan masyarakat, mereka tidak pernah menikmati pesawat itu karena memang tidak diatur di dalam surat perjanjian sewa tersebut, dan itu menjadi kewenangan penuh PT Asian One. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus