Kekerasan Seksual Terhadap Anak Tidak Bisa Restorative Justice

Bagikan Bagikan
Kejaksaan  Negeri Mimika gandeng P3AP2KB Kabupaten Mimika beri pemahaman hukum kepada masyarakat.  (Foto:SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Kejaksaan Negeri  Mimika gandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Mimika lakukan penyuluhan dan penerangan hukum sosialisasi KDRT dan perlindungan hukum terhadap anak.

Kegiatan itu kata Kasie Intel Kejari Mimika, Eko Winarno untuk memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat  agar dapat memahami hukum dan menjauhi hukum, terutama dalam hal KDRT dan kekerasan seksual terhadap anak.

"Masyarakat yang melek hukum kalau sudah diberikan pemahaman hukum tentunya akan menjauhi hukum," kata Eko ketika ditanya wartawan seusai kegiatan tersebut, Senin (9/11/2020).

Eko menjelaskan KDRT kerap kali terjadi di Mimika, tidak hanya itu kekerasan seksual terhadap anak juga kerap terjadi, sehingga pemahaman hukum harus diberikan agar masyarakat bisa menjauhi hukum.

KDRT merupakan setiap perbuatan seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan fisik, psikologis, termasuk kekerasan seksual, penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan arah perampasan kemerdekaan secara melawan hukum.

KDRT bukan semata kekerasan fisik seperti menampar atau memukul, melainkan juga kekerasan mental  (membentak, penghinaan, kata-kata menyakitkan),  juga kekerasan ekonomi seperti larangan bekerja, tidak memberikan nafkah, mengontrol pendapatan istri dan juga kekerasan seksual  seperti pemerkosaan, pornografi.

Kekerasan dalam hal ini KDRT terkadang bisa dilakukan restorative justice atau suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri,  namun tidak bagi kekerasan seksual terhadap anak.

"Kekerasan seksual tidak bisa direstorative justice karena ancamannya di atas 5 tahun. Proses persidangan harus dilakukan. Restorasi justice juga ada pengecualian dan tidak serta merta semua harus melalui hukum adat atau perdamaian," kata Eko.

Sebagai orang tua, ungkap Eko, harus mampu memberikan contoh yang baik kepada anak, sehingga tumbuh kembang anak juga baik.

Sementara itu kepala Dinas (P3AP2KB) Mimika, Maria Rettob mengatakan angka kekerasan seksual terhadap anak di Mimika sangat tinggi, dan belakangan ini Timika marak terjadi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah kandung sendiri, ayah tiri serta orang-orang terdekat korban.

Di tahun 2020 terhitung mulai Januari hingga awal November 2020 sudah ada 33 kasus kekerasan yang ditangani P3AP2KB.

Dari 33 kasus itu, 13 kasus Kekerasan Dalam  Rumah Tangga (KDRT), sedangkan 20 kasus kekerasan anak  seperti kekerasan seksual, kekerasan fisik dan penelantaran.

Untuk mengurangi angka kekerasan (KDRT dan Seksual Anak) pemerintah selain bekerjasama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan dalam memberikan pemahaman hukum, pemerintah juga menggandeng tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda untuk sama-sama mengawasi setiap tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus