Lokataru Keluarkan 4 Tuntutan Pulangkan Warga Tsingwarop, Ketua DPRD Mimika Persoalkan Fasilitas

Bagikan Bagikan

Haris Azhar (kiri) dan Robby K. Omaleng (kanan) (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) - Kantor Hukum dan HAM Lokataru, kuasa hukum masyarakat adat di tiga kampung Distrik Tembagapura Mimika (Aroanop, Waa Banti dan Tsinga) bersama Forum Tsingwarop menagih tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Mimika, yang belum memulangkan warga yang dievakuasi di Timika.

Dalam rilis yang beratasnamakan Haris Azhar selaku kuasa hukum masyarakat tiga kampung yang disingkat Tsingwarop dan sekaligus sebagai Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, disebutkan kronologi singkat sehingga dievakuasinya masyarakat tiga kampung tersebut ke Timika.

Di samping itu, rilis yang diterima Salam Papua pada Minggu malam (15/11/2020) tersebut, juga menampilkan tiga fakta kondisi masyarakat yang berada di Timika saat ini yang sangat memprihatinkan.

Di dalam rilis itu juga disampaikan harapan warga pengungsi untuk dapat merayakan Natal di kampung masing-masing pada tahun 2020 ini.

“Memasuki penghujung tahun 2020 yang sudah dekat, warga  sangat berharap dapat merayakan natal di kampungnya masing-masing. Lamanya tinggal di Timika juga membuat warga khawatir akan kebun-kebun yang mereka tinggalkan di kampungnya masing-masing, sehingga warga  sangat berharap dapat memeriksa kebun-kebun mereka,” demikian penggalan kalimat yang tertulis dalam rilis tersebut yang dipublish pada 15 November 2020.

Untuk itu, Lokataru Kantor Hukum dan HAM menyampaikan empat tuntutan yang dialamatkan kepada aparat keamanan, Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI). Demikian isi tuntutannya.

Pertama, kepada Aparat Keamanan, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan PTFI, agar dapat segera memastikan bahwa warga tiga kampung dimaksud sudah aman untuk pulang ke kampungnya masing-masing.

Kedua, kepada Aparat Keamanan, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan PTFI untuk dapat mengajak beberapa perwakilan warga  dalam melakukan pengecekan ke kampung halaman warga, untuk memastikan bahwa situasi kampung sudah aman.

Ketiga, kepada Aparat Keamanan, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan PTFI untuk dapat memberikan akses informasi yang seluas-luasnya, transparan, dan akuntabel kepada warga pengungsi atas situasi keamanan di kampung halaman mereka.

Keempat, memfasilitasi warga  untuk kembali ke kampung halaman mereka apabila situasi keamanan sudah kondusif, sesuai fakta yang sebenarnya.

Terkait permintaan warga tiga kampung tersebut, sebelumnya beberapa hari lalu Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng mengatakan bahwa saat ini bukan siapa yang harus mengembalikan warga ke kampungnya, akan tetapi yang dipikirkan adalah apakah ada fasilitas yang layak untuk ditempati ketika warga tersebut pulang?

"Persoalan untuk mereka dipulangkan itu bukan sesuatu yang berat, tapi yang harus dipertanyakan adalah apakah fasilitas tempat tinggal mereka di sana layak atau tidak? Nah itulah yang perlu dibicarakan antara Pemerintah, manajemen PTFI, TNI dan Polri," kata Robby.

Dijelaskan bahwa semua harus jelas apakah PTFI melalui CSR akan menanggung fasilitasnya atau tidak. Apalagi situasi saat ini PTFI sedang menurun dengan adanya transisi pertambangan. Demikian juga untuk tanggungjawab yang harus diambil oleh pemerintah.

"Kita semua harus duduk bersama membicarakan hal itu,” jelasnya.

Iapun mengingatkan, sangat tidak diperbolehkan ada oknum-oknum yang dengan kepentingan tertentu mendorong masyarakat tiga kampung ke arah yang mendesak. Sebab, bagaimanapun warga tiga kampung tersebut akan tetap naik atau dipulangkan, akan tetapi butuh waktu mengingat harus memastikan kelayakan fasilitas dan situasi keamanannya setelah dipulangkan.

"Intinya pemerintah, manajemen PTFI dan aparat keamanan akan duduk bersama untuk memikirkan apakah fasilitas di sana layak atau tidak untuk warga tempati serta makan dan minumnya. Begitu juga dengan jaminan keamanannya," ujarnya.

Robby menambahkan, dirinya telah mengunjungi beberapa wilayah yang semula biasa ditempati KKB. Namun warga setempat menyampaikan bahwa situasi telah kondusif lantaran KKB sudah tidak ada.

"Saya rasa untuk keamanannya saat ini di tiga kampung itu sudah kondusif," tambahnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus