Mimika Susun Masterplan Pembangunan Ekonomi Daerah

Bagikan Bagikan
(Foto:Ilustrasi)

SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menyusun masterplan pembangunan ekonomi daerah tahun 2020-2030.

Maksud  dari penyusunan masterplan tersebut adalah untuk menentukan visi, misi, tujuan, kebijakan, strategi dan program bidang pembangunan ekonomi, dalam upaya mempercepat dan menyeimbangkan pembangunan di berbagai sektor ekonomi di Kabupaten Mimika.

Dalam membangun ekonomi daerah di Kabupaten Mimika, ada 5 sektor utama yang menjadi strategi dan implikasi investasi perekonomian, yakni sektor pertanian dan perikanan, sektor konstruksi, sektor jasa lainnya, sektor transportasi dan pergudangan, serta sektor real estate.

Ada juga sektor penunjang yakni sektor industri pengolahan, sektor administrasi pemerintahan dan jaminan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor informasi dan komunikasi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor jasa perusahaan, serta sektor pendukung seperti sektor pengadaan listrik dan gas, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor jasa keuangan dan asuransi, dan sektor pendidikan.

Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling mengatakan masterplan tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Mimika dan dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Mimika khususnya SDM orang asli Papua (OAP).

Untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi memang tidak mudah, dan untuk pengembangan ekonomi bukan hanya berbicara tentang ekonomi semata melainkan harus ada sarana pendukungnya.

"Jika tidak didukung infrastruktur pastinya ekonomi tidak akan berkembang," ujar Yohana.

Mantan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan (Distanbun) Mimika itu mengatakan pemerintah tentunya bisa mengambil kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, namun yang menjadi kendala adalah masyarakat sendiri belum bisa mandiri dan masih bergantung pada pemerintah.

Selain sarana dan prasana pendukung pertumbuhan ekonomi, Yohana menyebutkan harus ada banyak investor yang berinvestasi di Mimika.

"Beberapa kali investor masuk tapi akhirnya kandas karena banyak faktor, misalnya dari sisi kepemilikan lahan dan hak ulayat yang terlalu lama, dan ini yang membuat kita lambat. Ini menjadi pemikiran kita bersama, apa yang harus dilakukan untuk keluar dari permasalahan ini," ujar Yohana.

Sementara itu, Asisten 1 Setda Mimika, Syahrial  menjelaskan sektor ekonomi unggulan setiap daerah memiliki peranan yang penting.

Produk domestik regional bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi dan untuk mengetahui apa yang menjadi sektor unggulan suatu daerah administratif. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar