Modus Pinjamkan HP Untuk Belajar Online, Seorang Bapak di Mimika Tega Cabuli Anak Kandungnya

Bagikan Bagikan

(Foto:Ilustrasi)

SAPA (TIMIKA) – Sungguh bejat perbuatan seorang ayah di Mimika yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku SMP.

Mirisnya, sang bapak melakukan kejahatan tersebut dengan modus di masa pandemic dimana anaknya membutuhkan HP untuk melaksanakan pembelajaran online dan harus menggunakan HP milik orang tua. Situasi tersebut ternyata dimanfaatkan oleh Bapak kandung yang berinisial BM alias Atus terhadap anaknya, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya) yang saat ini masih berusia 11 tahun.

BM menggunakan kesempatan tersebut dengan modus jika mau dipinjamkan HP, sang anak harus melayani nafsu bejatnya.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2020) membenarkan kasus tersebut dan kini sedang ditangani oleh pihak Polres Mimika.

“Kejadian itu sekitar tanggal 16 September lalu, di mana pada masa pandemi covid-19 ini korban (Mawar, Red) yang masih sekolah harus belajar dari rumah dengan sistim online. Oleh sebab itu, korban memerlukan handphone untuk mengerjakan tugasnya. Namun oleh pelaku, handphone itu ditahannya dan akan diberikan kalau mau melayani nafsu bejatnya. Sebagai anak, korban hanya mengikuti karena di bawah ancaman dan di sisi lain harus menyelesaikan tugas dari sekolah," jelas Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menjelaskan BM melakukan aksinya saat istrinya tidak berada di rumah. Dimana istrinya berprofesi sebagai PNS yang sering ada kegiatan dinas di luar daerah.

Dijelaskan apa yang dilakukan BM tersebut sudah berlangsung sejak lama, dan sering dilakukan sejak tahun 2017. Akhirnya kasus ini terungkap sesetelah korban merasa sudah tidak kuat dan tersiksa, sehingga melaporkan kepada ibunya.

“Dari Laporan tersebut, ibu korban yang juga istri pelaku langsung melaporkan ke Polres Mimika. Pelaku sudah kami tahan dan berdasarkan keterangan, pelaku melakukan hal tersebut karena sudah lama sang istri tidak memenuhi kebutuhan biologisnya," ujar Kasat Reskrim.

Bahkan, menurut penuturan keluarga korban, pelaku ini juga pernah melakukan hal yang sama dengan kakak pelaku.

"Saat ini kakak pelaku yang juga jadi korban tengah diperiksa oleh penyidik secara intensif," tuturnya.

Akibat perbuatan ini, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus