Orang Asli Papua Tidak Percaya Adanya Virus Corona

Bagikan Bagikan
Obet Tekege (Foto:SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) -  Hingga saat ini sebagian besar Orang Asli Papua tidak percaya adanya virus Corona  atau yang akrab di telinga masyarakat disebut sebagai covid-19.

Demikian disampaikan Obet Tekege selaku ketua tim tracking kontak covid-19 Kabupaten Mimika. Dia juga menceritakan kendala-kendala yang dihadapi tim tracking kontak di lapangan.

Sampai saat ini masyarakat Asli Papua tidak percaya  akan adanya virus corona. Mereka menganggap, virus itu dibawa dari luar jadi mereka tidak percaya. Padahal secara data sebagian orang asli Papua juga terpapar virus corona," kata Obet Tekege kepada wartawan, Senin (2/10/2020).

Lebih daripada itu, tingkat ketidakkepercayaan masyarakat asli Papua terhadap virus corona karena adanya stigma yang besar terhadap korban dan keluarga korban.

Karena tidak kepercayaan terhadap virus corona tersebut, tim tracking kontak tidak hanya mendapatkan caci maki, tapi juga diusir oleh masyarakat bahkan dilempari batu.

"Kami dicaci maki habis-habisan bahkan kami dilempari batu, sampai-sampai mereka bilang saya itu Tuhan Yesus, karena dapat menentukan seseorang terpapar covid. Masyarakat juga ancam akan datangi rumah saya dan akan merusak rumah saya," cerita Obet.

Obet menyampaikan, masyarakat di daerah Kwamki Lama,  Kampung Bhintuka SP13, dan Kampung SP7 yang hingga kini tidak percaya akan adanya virus corona.

"Sebagian juga merupakan masyarakat yang tinggal di perkotaan Timika, apalagi yang tinggal di kos paling susah kita temui karena takut akan adanya stigma dari tetangga lain. Karena adanya stigma, masyarakat yang diminta untuk melakukan isolasi mandiri tidak jujur terhadap tim, dengan memberikan keterangan alamat tidak jelas. Masyarakat selalu kasih alamat yang salah dan ketika kita datang tidak ada yang mengetahui, bahkan ada yang alamatnya jelas tapi pas kita datang mereka tidak ada di rumah," ungkapnya.

Ia berharap stigma masyarakat terhadap orang yang terpapar covid dapat dihilangkan, karena itu akan berdampak buruk bagi tim yang akan memutus rantai penyebaran covid-19.

Meskipun begitu, tim selalu melakukan pendekatan secara persuasif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.  Sebagian kecil masyarakat setelah diberikan pemahaman dapat menerima, namun sebagian besar masyarakat masih keras kepala.  (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus