Penyakit Kusta Masih Menjadi Masalah dan Terabaikan di Mimika

Bagikan Bagikan
Potret Penyakit Kusta di Kabupaten Mimika (Sumber:Dinkes Mimika)

SAPA (TIMIKA) - Penyakit kusta di Kabupaten Mimika - Papua masih menjadi masalah dan terabaikan.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM saat hadir dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional pada Kamis (12/11/2020) meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika untuk dapat bekerja dengan OPD lain serta elemen-elemen masyarakat lainnya untuk dapat menangani kusta serta penyakit lainnya yang masih menjadi masalah di Mimika.

"Mimika masih banyak kusta dan ini sudah berlangsung lama, dengan tidak sengaja kita telah membiarkan penyakit ini, saya berharap penanganan penyakit ini bisa menjadi prioritas di Kabupaten Mimika untuk tahun berikutnya," ungkap Wabup John.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra ketika ditanya wartawan mengatakan, Mimika ataupun secara Nasional, penyakit terabaikan seperti kusta, kaki gajah masih menjadi masalah.

Makanya, dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bapenas) pada tahun 2020-2024 penyakit terabaikan menjadi intervensi yang harus diselesaikan oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Penyakit kusta di Timika sudah ada sejak lama, bahkan ada sebelum Timika belum menjadi Kabupaten. Penyakit ini memang terabaikan, dan ditahun 2020 kami mencoba memotret ini di antara masalah kesehatan, dan sesuai dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati sudah sangat jelas. Saat ini tim kami  sejak bulan September melakukan pelayanan, ada yang masih stay melakukan pelayanan," kata Reynold.

Kondisi hari ini, penyakit kusta yang terpotret oleh dinas kesehatan melalui program pelayanan kesehatan bergerak pada beberapa wilayah masih banyak penyakit terabaikan (kusta).

"Secara data temuan kusta di Yapakopa 378,28 per 10.000 penduduk, sedangkan angka di Aindua mencapai 500 per 10.000 penduduk, dan  di Ipaya angka kusta 75,19 per 10.000 penduduk. Padahal secara nasional itu tidak boleh lebih dari 1 per 10.000 artinya bahwa 200-500 kali lebih tinggi dibandingkan standar nasional, sementara itu di wilayah kota yang sebenarnya punya hubungan dengan wilayah lain, atau ada hubungan dengan penduduk dari luar," kata Reynold. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar