Perlu Diperbaiki, Kantor BKPSDM Mimika Ibarat Manusia Tanpa Wibawa

Bagikan Bagikan
Kantor BKPSDM Mimika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Komisi A DPRD Mimika mengaku bahwa kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mimika perlu diperbaiki lantaran kondisinya saat ini ibarat “manusia tanpa wibawa”.

Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja (Kunker) ke BKPSDM, Kamis (5/11/2020). Ketua Komisi A, Daud Bunga dan anggotanya, Reddy Wijaya mengatakan sangat tidak percaya melihat kondisi bangunan eks Kantor Bupati tersebut, karena selain keberadaanya yang dikelilingi hutan, juga kondisi fisiknya yang tua serta tanpa adanya plang.

“Ini kan kantor pemerintah. Kenapa kondisinya seperti ini? Plangnya tidak ada dan memang harus diusulkan anggaran supaya bisa diperbaiki,” ungkap Daud Bunga saat berdiskusi bersama Kepala BKPSDM, Hermalina W. Imbiri yang didampingi oleh beberapa stafnya, Kamis (5/11/2020).

Diharapkan hal ini menjadi satu masukan agar bendaharanya mengusulkan anggaran khusus. Untuk usulan anggaran ini pun akan dikawal Komisi A untuk didorong dalam pembahasan anggaran.

"Kantor ini harus bagus dan memiliki wibawa. Kalaupun desain kantor bagus dan mewah, tapi kalau tidak ada pemeliharaan maka tetap kelihatan jelek," ujarnya.

Sedangkan anggota Komisi A, Reddy Wijaya mengaku merasa tidak percaya melihat kantor tersebut lantaran tidak selayak kantor pemerintahan lainnya.

"Saya bingung dan nyaris putar balik, karena takutnya saya salah alamat. Berharap dari BKPSDM supaya bisa usulkan anggaran untuk perbaikan," katanya.

Selain hal itu, Reddy juga meminta kejelasan terkait SK CPNS yang lolos tes tahun 2018, karena banyak anak-anak yang telah lulus mempertanyakan hal tersebut.

“Kasihan posisi dari anak-anak ini sekarang bingung mau keluar dari tempat kerjanya, tapi belum ada kejelasan SKnya,” ujarnya.

Kepala BKPSDM, Hermalina W. Imbiri menjelaskan bahwa tes CPNS di Mimika tahun 2018 telah dilaksanakan bulan Juni tahun 2019, hasil tes tersebut juga telah diketahui oleh seluruh peserta. Dimana, ada sebanyak 300 orang yang dinyatakan lulus dan dua orang di antaranya telah meninggal dunia serta satu orang lainnya tidak melaporkan diri hingga saat ini.

Dengan demikian, jumlah peserta yang lolos saat ini tersisa 397 orang. 180 orang di antaranya merupakan OAP serta 39 orang dari 180 adalah anak asli suku Amungme dan Kamoro.

Mengingat pelaksanaan tes melalui sistem online maka Pemda tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatur kuotanya, karena meski para peserta melaksanakan tes di Timika, akan tetapi  hasilnya ditentukan Jakarta.

“19 Juni tahun 2019 sudah tes dan semua telah mengetahui hasilnya, karena tes online maka hasilnya diperiksa langsung di Jakarta,” ujarnya.

Hingga saat ini sebanyak 264 orang yang telah memiliki NIP dari BKN Jayapura. Khusus untuk yang formasi Keperawatan terkendala STR dan yang Keguruan terkendala soal Akta mengajar.

Pantauan Salam Papua, Kunker Komisi A dihadiri oleh Ketua Komisi, Daud Bunga, Waket  Komisi A, Nataniel Murib dan beberapa anggotanya seperti, Yustina Timang, Iwan Anwar, Reddy Wijaya, Thobias Maturbongs dan Miler Kogoya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar