Proyek di Mimika Diboikot Kontraktor Besar, Lima Tahun Kontraktor OAP Gigit Jari

Bagikan Bagikan
Salah satu proyek pelebaran jalan di Mimika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Hingga penghujung tahun 2020, banyak proyek pembangunan di Mimika yang diboikot oleh kontraktor besar dan menjadikan kontraktor OAP gigit jari.

Hal ini dikeluhkan beberapa pengusaha atau kontraktor OAP kepada Komisi C DPRD. Dimana, anggota Komisi C, Den Ben Hagabal mengatakan bahwa beberapa kontraktor lokal mengaku dari periode ke periode biasanya kebagian pekerjaan kecil-kecilan, akan tetapi kurang lebih selama lima tahun terakhir tidak lagi mendapatkan pekerjaan lantaran diboikot oleh beberapa kontraktor raksasa yang kemungkinan bukan merupakan pengusaha OAP.

"Yang sangat disayangkan, pengusaha-pengusaha lokal ini harus menghidupkan perusahaan mereka dengan tetap membayar kewajibannya. Begitupun surat-suratnya diganti berulang-ulang tanpa mendapatkan pekerjaan. Makanya mereka mengeluh ke komisi C," kata Den, Kamis (12/11/2020).

Monopoli pekerjaan bukan hanya untuk proyek APBD, tetapi juga untuk pekerjaan yang bersumber dari dana Otsus dan dana penunjukan langsung. Dalam hal ini, porsi yang seharusnya untuk kontraktor lokal menjadi hilang dan dialihkan ke kontraktor lain. Pekerjaan yang hilang dan biasanya dikerjakan oleh kontraktor lokal seperti jalan lingkungan, drainase dan lainnya.

"Memang nama CV saya tidak hafal, tetapi pemiliknya sudah ketamu dan keluhkan hal itu. Mereka hanya bisa mengeluh ke OPD-OPD terkait yang biasa mengelola dana Otsus. Itupun hanya mengeluh saja tanpa adanya jawaban yang berpihak," ujarnya.

Karena itu, diharapkan agar pengguna anggaran harus memikirkan hak kontraktor lokal agar merasa ikut membangun negara dari Mimika. Demikian juga untuk kontraktor besar agar tidak bertindak serakah mengingat pengusaha-pengusaha lokal juga butuh untuk menghidupkan usahanya.

Keluhan tersebut juga memiliki fakta yang bisa dilihat masyarakat, karena  hanya kontraktor tertentu yang bekerja. Sehingga OPD-OPD harus memahami undang-undang Otsus dan peruntukannya.

"Tidak perlu terlalu serakah. Harus dibagi rata, karena APBD dan anggaran negara yang lainnya milik kita semua. APBD yang turun ke Mimika berarti dikelola oleh orang-orang yang ada di Mimika, bukan hanya orang-orang tertentu," katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus