Ratusan Tenaga Kebersihan DLH Mimika Terima KIS BPJS dan Kenaikan Upah Harian

Bagikan Bagikan
Foto bersama usai pembagian KIS (Foto: SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Sebanyak 169  petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika terdaftar dan menerima kartu Indonesia sehat (KIS) BPJS Kesehatan yang terakomodir dalam APBD Perubahan Mimika tahun 2020.

Selain terakomodir memperoleh jaminan BPJS kesehatan, upah harian bagi ratusan petugas kebersihan ini juga mengalami kenaikan sebesar Rp 50 ribu perhari serta penambahan uang makan sebesar Rp 50 ribu. Kenaikan upah per hari terhitung mulai bulan Juli tahun 2020 dan pembayarannya sementara menunggu instruksi dari Badan Keuangan Daerah. Jika dalam bulan November bisa dibayarkan maka akan dibayarkan, sehingga bisa terhitung dalam penerimaan upah yang baru.

“Petugas kebersihan merupakan pejuang kebersihan di Timika, sehingga menjadi syukur tersendiri bagi DLH ketika mengetahui bahwa anggaran khusus untuk mengakomodir KIS disetujui dalam APBD Perubahan 2020. Sebab, hal tersebut sangat penting, karena berkaitan dengan kesejahteraan pekerja kebersihan,” ungkap Kepala DLH Mimika, Ir. Limi Mokodompit, MM di pelataran kantor DLH, Senin (2/11/2020).

Dijelaskan bahwa beberapa tahun lalu saat para petugas kebersihan ini dipindahkan ke DLH, ternyata mereka semuanya tidak memiliki asuransi  ketenagakerjaan termasuk asuransi kesehatan. Selain itu, hak-hak yang berkaitan dengan gajinya pun masih di bawah standar UMR.

Mengetahui hal ini, selaku kepala DLH merasa terpanggil untuk mengetahui kendala apa yang sebetulnya terjadi, sehingga para pekerja kebersihan ini tidak memperoleh hak-haknya.

"Walaupun mereka sempat mendemo saya, tetapi saya tetap berjuang dan mencari solusi, supaya hak-hak mereka ini bisa terpenuhi. Saya berkoordinasi dengan Bupati dan ternyata diketahui bahwa sebelumnya para petugas kebersihan ini hanya sebagai tenaga harian lepas. Mau dibilang honor juga tidak, mau dibilang sebagai karyawan juga tidak, karena mereka tidak terakomodir oleh satu perusahaan berupa PT atau CV. Makanya tidak punya kekuatan hukum dari sisi UU ketenagakerjaan. Sekarang saya sangat bersyukur, karena hak mereka terakomodir melalui anggaran perubahan," jelasnya.

Dengan demikian, saat ini BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan telah ada di tangan setiap petugas kebersihan. Dari KIS yang ditanggung adalah satu istri atau suami dan tiga orang anak.

Hal yang patut disyukuri juga adalah adanya persetujuan dari Bupati Mimika untuk kenaikan upah harian dan penambahan uang makan. Hal ini tentunya sebagai upaya penyemangat dan apresiasi dari Pemkab Mimika, sehingga selanjutnya akan didorong dengan penambahan fasilitas, sarana dan prasarana guna meningkatkan kebersihan kota Timika.

"Kita juga harus berterimakasih, karena Bupati (Mimika) telah setuju untuk menaikan gaji dan langsung sebesar Rp 50 ribu. Uang makan juga bertambah Rp 50 ribu. Biasanya kenaikan gaji hanya Rp 25 ribu, tapi ini sangat luar biasa bisa langsung Rp 50 ribu," katanya.

Mendapatkan jaminan kesehatan KIS melalui BPJS kesehatan, tentunya membawa berkah dan kebahagiaan tersendiri bagi para petugas kebersihan. Dimana, melalui Pengawas Lapangan, Sudjanji mengatakan bahwa hal ini sangat membantu sebagian kecil petugas kebersihan yang telah terdaftar secara mandiri atau pun yang mengikuti program Jamkes, akan tetapi dengan diakomodirnya melalui anggaran pemerintah, secara pasti sangat membantu.

Iapun mengaku, dahulu saat di Bidang Tata Kota, para petugas kebersihan tidak mempunyai jaminan khusus, baik kesehatan maupun ketenagakerjaan termasuk upah yang layak.

"Ini sangat luar biasa dan kami semua sangat berterimakasih dengan upaya DLH. Memang ini yang kami semua harapkan untuk meringankan beban. Sebetulnya saya sudah ada Jamsostek mandiri,  tetapi bersyukur sekarang sudah ditanggung dari pemerintah, berarti hanya mengalihkan saja," tutur Sudjanji.

Ia mengaku, upaya dari DLH sangat berpihak pada seluruh petugas kebersihan. Sebab, selain mengupayakan pengakomodiran KIS dan Jaminan Ketenagakerjaan, DLH juga membuktikannya dengan kenaikan upah dan penambahan uang makan yang sangat transparan.

Dengan demikian, saat ini untuk pengawas naik menjadi Rp 170 ribu per hari. Sedangkan untuk pekerja atau di bawah pengawas naik menjadi Rp 145 ribu perhari dari Rp 95 ribu.

Untuk uang makan, menurut dia tidak diuangkan mengingat waktu kerja dimulai dari subuh hingga pukul 14.00 WIT, tetapi langsung berupa nasi kotak.

"Sekarang sangat bagus dibandingkan dulu saat di Tata Kota. Sekarang sangat luar biasa, karena kenaikannya langsung Rp 50 ribu, padahal dulu hanya naik Rp 10 ribu saja dan terakhir di tahun 2013. Untuk makan sekarang berubah, kalau dulu hanya nasi bungkus, tapi sekarang nasi kotak. Kalau dulu hanya nasi dan lauk saja, tapi sekarang sudah ada air minumnya,” ujarnya.

Selanjutnya, perwakilan Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Terpadu BPJS Kesehatan Timika, Indra mengatakan bahwa BPJS kesehatan sangat menyambut baik gagasan Pemkab Mimika melalui DLH untuk mendaftarkan tenaga honorer, sehingga saat ini ada sebanyak 169 tenaga honor terdaftar di JKN KIS.

“169 tenaga honor DLH ini memperoleh kartu berwarna hijau putih yang disebut kartu KIS. Hal ini tentunya melalui tahapan yang panjang, sehingga atas komitmen Kepala DLH maka BPJS mengapresiasi upaya baik ini. Hal ini tentunya harus disyukuri agar satu kebutuhan dasar di bidang kesehatan bisa terpenuhi," kata Indra.

Untuk Tenaga honorer terdaftar di kelas 2 termasuk keluarga yaitu satu Istri atau suami dan tiga orang anak. Untuk anak, tercatat sebagai mahasiswa dan batas usia 25 tahun. KIS ini akan dipakai oleh setiap peserta saat berobat, karena di dalam kartu ini telah  berisi informasi identitas, NIK, tanggal betobat dan juga tempat berobatnya. Pengguna KIS akan berobat menggunakan Faskes atau dokter keluarga sesuai yang tertera di dalam kartu.

"Meski sudah punyai KIS, kalau yang tidak emergency, pengguna tidak harus langsung ke RS, tapi terlebih dahulu melalui Faskes tingkat pertama. Kalau memang nantinya perlu adanya rujukan maka akan dirujuk ke RS," ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar