Sejumlah ASN Adukan Sekwan DPRD ke Polres Mimika

Bagikan Bagikan
Beberapa ASN yang datang ke Polres Mimika (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimutasi dari gedung DPRD Mimika mendatangi Polres Mimika untuk membuat aduan terkait dengan penuduhan ‘sabotase’ yang diduga dilontarkan oleh Sekwan Kabupaten Mimika, Ananias Faot.

Di mana sejumlah ASN tersebut tidak menerima atas tuduhan tersebut yang bermula saat sidang Paripurna LKPJ pada Jumat 11 September 2020 lalu dimana saat itu terdapat susunan acara yang tidak sesuai dengan aturan rapat akhirnya terjadi skorsing, dan di situ Sekwan ditegur oleh pimpinan DPRD.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 11 September 2020, dan pada tanggal 19 Oktober 2020, ASN di Kantor DPRD yang berjumlah 14 orang tersebut mendapat mutasi yang diduga ada hubungannya dengan masalah yang terjadi pada saat rapat LKPJ.

“Ada bahasa bahwa waktu itu ada kesalahan di panduan acaranya, keluarlah kata sabotase, katanya ada  yang sabotase pak ketua punya panduan acara. Kami tidak terima bukan mutasinya, kita minta tolong perjelas, kita pegawai negeri siap ditempatkan di mana saja, tetapi yang kita tidak terima dengan kata sabotase. Sekwan menggunakan kata ini memangnya kami ada buat kejahatan apa di dalam,” kata Enny Abidondifu salah satu perwakilan ASN yang datang ke Polres Mimika, Rabu (4/11/2020).

Dijelaskan, selama ini usai rapat LKPJ Sekwan tidak pernah melakukan evaluasi dengan staf-stafnya, namun secara tiba-tiba keluar surat mutasi. Dan yang membuat para ASN tersebut merasa tidak adil, pihaknya melihat sendiri surat permohonan mutasi yang dibuat oleh Sekwan DPRD Mimika dimana secara langsung menentukan sendiri tempat mutasinya, dimana rata-rata ASN tersebut dimutasi ke Distrik dan Kampung di pedalaman.

“Kami sudah lihat sendiri surat yang ditunjukan oleh pihak BKD, Sekwan sendiri yang tentukan kita punya tempat mutasi, dari surat yang dikirim ke BKD dan di surat itu Sekwan sudah tempatkan kita sesuai dengan keinginan dia. Kami juga saat itu bertemu dengan Sekda, Sekda juga bilang evaluasi bukan dimutasi, tapi Sekda bilang ke kami bahwa Sekwan bilang ke Sekda sudah lakukan evaluasi dengan kami, padahal tidak pernah ada evaluasi,” ujar Enny.

Pihaknya melaporkan ke Polisi agar mendapatkan kejelasan, siapa dalang yang mengubah susunan acara dalam rapat LKPJ sehingga 14 ASN tersebut dikatakan melakukan sabotase.

“Di sini kami laporkan Sekwan, kami tidak tantang siapa-siapa, kami juga tidak permasalahkan mutasinya karena ASN harus siap ditempatkan di mana saja, hanya saja kepada Sekwan harus membuat hal tersebut, itu yang kami butuh kejelasan mengenai sabotase yang dimaksud,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2020) mengatakan, pihaknya sudah menerima aduan dari beberapa ASN tersebut, namun karena sebelumnya rekan mereka yakni Syohrah Saleh sudah memasukan pengaduan yang sama sehingga nantinya akan disatukan dengan aduan tersebut.

“Kami sudah menjelaskan ke mereka (ASN, Red) karena sudah dilaporkan dengan  objek yang sama, sehingga diwakilkan saja oleh Syohrah. Saat ini kami sedang tangani itu, kami masih harus koordinasi dengan BKD dan Inspektorat,” tutur Kasat Reskrim. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar