Tekait Tatap Muka di Kelas, Jeni Usmany: Menteri Saja Tidak Berani, Apalagi Kepala Dinas

Bagikan Bagikan

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O. Usmany (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O. Usmany mengatakan selama adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi covid-19, sekolah tetap melakukan aktivitas belajar-mengajar secara online atau belum bisa tatap muka.

Jeni Usmany pada Senin (16/11/2020) menuturkan bahwa  covid-19 saat ini belum bisa diprediksi kapan berakhirnya, dan angka produksinya selalu naik, sehingga jika sekolah di wilayah zona merah dipaksakan untuk mulai aktivitas belajar secara tatap muka, dipastikan akan berbahaya.

Menurut dia, anak-anak akan sulit untuk diatur, apalagi untuk menjaga jarak, dan guru tidak mungkin memantau anak-anak satu persatu.

Dia menegaskan, jikalau dipaksakan untuk tatap muka, siapa yang memerintah atau memutuskan? sedangkan sambung Dia, di semua jenjang termasuk Menteri pun tidak berani melakukan atau mengambil kebijakan untuk sekolah tatap muka.

"Menteri saja tidak berani apalagi hanya Kepala Dinas. Ketika ada kebijakan itu dilakukan oleh Dinas dan terjadi kluster baru, siapa yang disalahkan, siapa yang bertanggung jawab? Pasti yang bertanggungjawab adalah instansi tersebut yang mengeluarkan kebijakan tersebut," kata Jeni.

Diungkapkan, di Timika sendiri penyebaran covid-19 telah menjadi transmisi lokal, dengan begitu tidak  dapat diketahui jelas siapa yang terpapar dan siapa yang tidak.

"Covid-19 akan kalah jika imun tubuh kita kuat, dan imun anak kita tidak bisa memprediksinya, makanya kalau sekolah kembali tatap muka itu akan fatal," ungkap Pj Sekda Mimika itu.

Dia mengaku bahwa belajar secara online tidak terlalu maksimal ketimbang belajar secara tatap muka, namun hal itu tidak bisa dipaksakan.

Dinas pendidikan tetap memastikan pendidikan anak dengan tetap melakukan panduan belajar sesuai petunjuk pemerintah pusat,  di samping itu dinas pendidikan  juga memastikan kesehatan anak untuk tidak terlalu lama belajar secara online, karena terlalu lama menggunakan geadged akan mengganggu  kesehatan mata pada anak.

"Agar membuat anak-anak tidak frustasi karena belajar terus menerus, Dinas pendidikan akan meliburkan sekolah lebih cepat. Libur mulai tanggal 28 November," ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar