Warga Jila Tolak Tim Pemekaran dari Kabupaten Puncak

Bagikan Bagikan
Tokoh masyarakat Jila (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Masyarakat Distrik Jila Kabupaten Mimika geger dan menolak adanya tim pembentukan Kabupaten Jila oleh Pemkab Puncak lantaran tetap mempertahankan diri menjadi bagian dari Kabupaten Mimika.

"Kalau selama menjadi bagian dari  wilayah Mimika masih bisa diurus, lalu kenapa harus bentuk sendiri lagi?  Perlu dicurigai juga tim yang ada, karena kita tidak inginkan  adanya kepentingan sendiri-sendiri. Kami menolak adanya tim pemekaran yang dibentuk dari Kabupaten Puncak itu," kata warga Jila, Jhonatan Aim, (9/11/2020).

Kurang lebih selama dua bulan berlalu di Jila yang membentuk tim, akan tetapi tidak ada keterbukaan bersama seluruh intelektual yang memang memahami.

Kemudian, beberapa lalu dilaksanakan rapat terbuka dengan melibatkan semua orang. Dengan demikian, sekian masyarakat menolaknya.

"Intinya tim itu bentuk macam sembunyi-sembunyi, karena tidak diketahui masyarakat. Hal seperti itu seharusnya didiskusikan bersama," ujarnya.

Adanya pembahasan bersama tentunya disesuaikan dengan draft khusus melalui pengkajian kelayakan untuk Jila dimekarkan.

"Kalau untuk soal luas wilayah itu sudah mendukung untuk Jila jadi Kabupaten, tetapi masih banyak hal lainnya yang sama sekali belum siap yaitu seperti SDM. Meskipun banyak yang berpendidikan, tetapi kualitasnya untuk membangun sama sekali belum bisa mendukung," katanya.

Yang paling janggal adalah tim pemekaran tersebut kelak akan mendapat rekomendasi pemekaran dari Kabupaten Puncak, sedangkan Jila merupakan bagian dari Mimika.

Hal tersebut telah ditanyakan ke Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Mimika, kemudian dijelaskan bahwa Jila masih merupakan bagian dari Mimika dan telah ada kesepakatan antar pemerintah Puncak dan Mimika dengan tanda tangan masing-masing Bupati.

“Berarti ini sangat aneh. Yang dicurigai, perangkat pemerintahan di Jila yang menjadi tim pemekaran untuk Mimika jadi Provinsi, tetapi mereka juga yang masuk dalam tim untuk pemekaran Jila jadi Kabupaten sendiri, tapi di Puncak," tuturnya.

Dijelaskan meskipun Pemkab Mimika yang menginginkan pemekaran Kabupaten khusus di Jila, masyarakat tetap mempertimbangkannya terkait SDM dan yang lainnya. Sebab, kelak akan banyak dampak negatif muncul. Contohnya akan banyak kekacauan seperti yang terjadi di Dugama dan Intan Jaya yang hingga saat ini tetap ada.

"Kami tolak, karena tidak sesuai keadaan dan situasi yang ada. Kami tidak mau kekacauan di Dugama atau Intan Jaya ada dalam wilayah Jila. Intinya, kami tetap mau dalam wilayah Mimika," tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya yaitu Yohanes Deikme,ST. Ia mengatakan bahwa rencana pemekaran Jila oleh Kabupaten Puncak tentunya menimbulkan satu pertanyaan besar bagi warga, sehingga harus ditolak.

Tim pemekaran yang saat ini bentuk pun merupakan tim yang ilegal sebab tanpa adanya kesepakatan bersama masyarakat hak ulayat mulai dari Timika, Alama, Aroanop dan yang lainnya.

Setelah ditusuri ke Pemkab Mimika, ternyata tim yang dibentuk tanpa adanya mandat, akan tetapi mengaku mendapatkan mandat dari Kabupaten Puncak. Tim yang sementara bekerja itu terdiri dari enam orang.

"Mekar dan berdiri sendiri itu butuh kesepakatan masyarakat, tokoh-tokoh adat, agama, pemuda dan yang lainnya dengan membentuk forum terbuka. Nah tim yang ada ini benar-benar bikin heran, makanya kami menolak," katanya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanes Feliks Helyanan menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu telah ada pertemuan bersama Kementerian terkait batas wilayah atau tapal batas, dimana ditetapkan bahwa Jila berada dalam wilayah Mimika.

"Secara resmi Jila itu merupakan wilayah Mimika dan peta itu sudah ada di Kementerian. Saya pikir sudah jelas untuk persoalan tapal batas itu," jelas Yohanes.

Adanya persoalan seperti ini kemungkinan lantaran kurangnya sosialisasi dari Pemkab Mimika melalui bagian pemerintahan kampung, sehingga tidak bisa meyakinkan masyarakat Jila. Bila perlu Pemkab Mimika langsung menyurati pemerintah kabupaten Puncak yang disertakan dengan kopian peta batas wilayah dari Kementerian untuk mempertegas kembali bahwa Jila berada dalam wilayah Mimika.

"Secara pasti Pemkab Puncak sudah tahu hal itu, karena sudah sama-sama lakukan pertemuan waktu itu di Jakarta. Makanya sangat disayangkan Pemerintah telah mencabut moratorium yang juga mencantumkan persoalan pemekaran Kabupaten dan Kotamadya. Persoalan itu tidak lagi bergaung di Mimika. Memang kita lihat tim pemekaran banyak yang bergerak, tetapi apakah itu didukung pemerintah atau tidak? Padahal kalau di daerah pegunungan untuk soal ini mereka sama-sama ke Jakarta dengan kekuatan penuh, dalam artian pemerintahnya turun tangan bersama tim dari tokoh masyarakat dan yang lainnya agar bagaimana caranya daerah itu bisa dimekarkan," katanya.

Terlepas dari hal itu, jika ada sebagian masyarakat Jila ingin memekarkan diri jadi Kabupaten tersendiri maka hal itu sangat wajar mengingat selama ini kurang adanya perhatian. Hal ini tentunya membuat masyarakat merasa dianaktirikan, kemudian munculah pemikiran bahwa jauh lebih bagus jika masuk ke wilayah daerah lainnya yang terdekat ataupun berdiri sendiri.

Selanjutnya, DPRD berharap adanya anggaran untuk melaksanakan reses agar bisa melakukan kunjungan ke Jila guna mensosialisasi tapal batas. Khususnya anggota dewan dari dapil 5 bisa mendengarkan secara langsung aspirasi terkait penolakan pemekaran yang difasilitasi kabupaten Puncak tersebut.

"Sayangnya saat ini dewan tidak bisa buat apa-apa untuk reses, karena tidak ada uangnya. Kita tidak tahu harus menunggu APBD perubahan atau bagaimana. Jangankan dewan, aktivitas Pemerintah juga saat ini macet total," ungkapnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik org sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik org paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus