1.121 Kasus Kejahatan di Mimika Selama Tahun 2020, Pencurian Terbanyak

Bagikan Bagikan
Rilis refleksi Polres Mimika di halaman kantor Polres (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Polres Mimika mencatat terhitung sejak awal Januari hingga tanggal 31 Desember 2020 telah ada sebanyak 1.121 kasus kejahatan yang terjadi di Kabupaten Mimika dan penyelesaiannya mencapai 194 kasus.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G. Era Adhinata mengatakan bahwa jumlah kejahatan di tahun 2020 jauh menurun jika dibandingkan di tahun 2019 yang mana jumlah kejahatan sebanyak 1.547 kasus dan penyelesaiannya 283 kasus.

Jenis kejahatan konvensional di tahun 2019 sebanyak 1.530 dan 2020 sebanyak 1.094. Untuk kasus curian motor (Curanmor) tahun 2020 sebanyak 87 kasus dengan perincian yang P21 sebanyak 9 kasus, yang selesai perkara sebanyak 6 kasus serta yang dalam proses Lidik sebanyak 72 kasus.

“Polsek Mimika Baru yang memiliki intensitas tinggi untuk kasus Curanmor yaitu 98 kasus. Penyelesaiannya sebanyak 10 kasus,“ ungkap AKBP Era saat menggelar rilis kontrol media terkait kinerja Polres Mimika tahun 2020 di halaman kantor pelayanan Polres Mimika, Kamis (31/12/2020).

Penanganan dan penekanan kasus Curanmor ini tentunya menjadi perhatian bersama, mengingat kasus tersebut yang masih marak di Mimika.

Kasus pencurian masih menempati posisi teratas pada 10 kasus kejahatan tertinggi yang ditangani Polres Mimika yaitu sebanyak 280 kasus. Curanmor 189 kasus, penganiayaan 136 kasus, pelanggaran Undang-undang IT sebanyak 66 kasus, Curas/jambret sebanyak 64 kasus, penipuan 58 kasus, pengeroyokan 55 kasus, pengerusakan 33 kasus, KDRT 32 kasus dan kejahatan berkaitan dengan Narkoba sebanyak 26 kasus.

“Berarti kasus pencurian masih yang tertinggi. Untuk kasus pencurian itu, kita analisa berdasarkan harinya. Untuk kasus Curanmor itu tertinggi terjadi pada hari sabtu yaitu sebanyak 34 kasus, sedangkan hari lainnya normatif. Begitu juga untuk kasus pencurian tertinggi pada hari sabtu dan minggu. Begitu juga untuk Curas atau jambret. Untuk waktu pencurian dan jambret itu dominan pada pukul 22.00 hingga jam 6 pagi. Namun yang tertinggi jam 2 hingga 6 pagi,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kasus-kasus tersebut, Polres Mimika akan terus meningkatkan patroli pada hari Sabtu 2021. Tujuan otonomi waktu terjadi kasus tersebut bertujuan agar operasi di kasus apa yang lebih ditekankan.

“Pola kejahatan Curanmor dan jambret ini rata-rata dimulai jam 2 pagi ke bawah sampai jam 6. Itu berarti tahun 2021, kami akan tingkatkan patroli pada saat jam-jam kecil,” ujarnya.

Anatomi kasus pencurian berdasarkan tempat, paling tinggi terjadi di rumah korban yaitu sebanyak 163 kasus, di tempat parkir di pinggir jalan sebanyak 56 kasus, sedangkan yang lainnya normatif. Ini berarti, masyarakat juga berperan penting dalam mengamankan kendaraannya masing-masing agar lebih aman di rumah ataupun di pinggir jalan dan tempat umum lainnya.

Kasus Narkoba di tahun 2019 sebanyak 17 kasus dan penyelesaiannya sebanyak 10 kasus. Untuk tahun 2020 sebanyak 26 kasus dan penyelesaiannya sebanyak 26 kasus. Ini berarti, untuk 26 kasus narkoba ini telah diselesaikan juga di tahun 2020.

Kasus Lakalantas sepanjang tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 131 kasus setelah di tahun 2019 tercatat sebanyak 112 kasus. Yang dinyatakan meninggal dunia di tahun 2019 sebanyak 35 orang dan di tahun 2020 sebanyak 21 orang. Demikian juga yang mengalami luka berat lebih tinggi di tahun 2019 yaitu 95-62, untuk luka ringan sebanyak 72-93 kasus.

“Kuantitas Lakalantas ini masih mengalami peningkatan di tahun 2020. Hal ini tetap dievaluasi lagi terkait upaya pencegahan terjadinya Lakalantas di tahun 2021 dan seterusnya,” katanya.

Kasus menonjol selama 2019 yaitu aksi pemalangan sebanyak 18 kali, aksi unjuk rasa damai sebanyak 3 kali.

Pencurian yang disertai kekerasan (Curas) antar pulau yang terjadi pada tanggal 10 September. Satu orang masih DPO dan merupakan jaringan yang berasal dari luar Timika dengan pola berpindah-pindah wilayah operasi.

Jumlah kasus penembakan dari tahun 2017 hingga 2020 mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan adanya keberadaan seluruh KKB di pegunungan tengah yang hadir di Timika. Dimana, tahun 2017 sebanyak 22 kasus penembakan yakni yang disertai dengan penyandera di Tembagapura. Menurun di tahun 2018 yaitu sekitar 12 kasus, 2019 4 kasus dan kumudian di tahun 2020 naik tajam menjadi 25 kasus penembakan.

“Puji Tuhan sekarang ini sebagian besar dari KKB ini sudah meninggalkan Timika khususnya wilayah Tembagapura. Harapannya tahun 2021 akan lebih kondusif,” katanya.

Upaya terkait KKB, Polres Mimika dibantu oleh TNI serta satuan tugas yang ada, sehingga berhasil  mengamankan sebanyak sekitar 49 orang dan amunisi sebanyak 680 butir, senjata api 9 pucuk. Hal ini merupakan pengungkapan di tahun 2020 khususnya pengungkapan kasus penembakan di Kuala Kencana.

“Untuk penembakan di Kuala Kencana itu sudah ada beberapa yang ditangkap dan ada juga yang sementara dalam proses persidangan,” ujarnya.

Prediksi ancaman yang terjadi di tahun 2021 adalah konflik yang diakibatkan oleh perpanjangan Otsus. Dalam hal ini, yang diantisipasi adalah rencana aksi mogok nasional yang direncanakan oleh beberapa kelompok yang berseberangan dengan NKRI.

Selain itu, masih adanya permasalahan-permasalahan kelembagaan yang belum terselesaikan. Namun, diharapkan agar semuanya diselesaikan di tahun 2021. Kemudian adalah terkait masih adanya permasalahan divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI), karena hingga saat ini masih ada pihak-pihak yang menuntut, sehingga bisa menimbulkan potensi konflik di Mimika.

Dan yang terakhir adalah pelaksanaan PON XX dan Pesparawi yang dilaksanakan di Mimika. Selebihnya adalah berkaitan dengan permasalahan bersama KKB.

Harapannya dengan adanya rilis tersebut, ke depannya semua dapat bersama-sama untuk membenahi peningkatan operasional Polres Mimika  ke arah lebih bagus.

“Rilis ini tentunya harus kami sampaikan kepada pihak media supaya bisa dikoreksi dan memberikan masukan. Begitupun dengan seluruh masyarakat agar menjadi koreksi bagi Polres Mimika,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar